Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pakar Pangan Memilih Bergabung ke Demokrat

Kompas.com - 31/08/2012, 03:33 WIB
Imanuel More

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Karya Perjuangan atau Pakar Pangan akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Dengan peleburan ini, Pakar Pangan untuk selanjutnya hanya akan berstatus organisasi kemasyarakatan yang menjadi sayap atau faksi dalam Partai Demokrat.

"Kami realistis dan bersikap jujur atas kemampuan kami. Persyaratan PT (parliamentary threshold) saat ini terlalu berat untuk kami penuhi," kata Sekretaris Jenderal DPP Pakar Pangan Jackson Kumaat dalam rilis yang diterima Kompas.com, di Jakarta, Kamis (30/8/2012) malam.

Ia mengungkapkan, untuk memenuhi persyaratan perwakilan di 22 provinsi sebagaimana ditentukan pada tahapan verifikasi tahun 2008, pihaknya sudah cukup kelimpungan.

Dengan dinaikkannya standar menjadi 33 provinsi, Jackson secara terbuka mengakui ketidaksanggupan partainya. Dengan fusi tersebut, Pakar Pangan akan mengubah nama keorganisasian menjadi Bakti Karya Perjuangan Demokrat. Pembicaraan intens terkait penggabungan ini, diakui Jackson, sudah berlangsung cukup lama, baik dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjen DPP PD Edhie Baskoro Yudhoyono maupun dengan Ketua Umum Dewan Pembina DPP PD Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kami sudah sepakat dan bulat bergabung ke Demokrat sejak Rakornas tahun 2011 di Bali," terang Jackson.

Menurut Jackson, pihaknya mendapat berbagai tawaran bergabung dari sejumlah partai besar lainnya. Bahkan, ada juga parpol yang sampai pada tahap menawarkan pembelian akta Pakar Pangan. Namun, pihaknya akhirnya tetap memilih opsi untuk begabung dengan PD.

"Kami bergabung dengan PD karena adanya kesamaan program kerja jangka panjang," kata Letjen (Purn) M Yasin, Ketua Umum Pakar Pangan.

Selain itu, keputusan untuk melebur ke Demokrat juga terkait kedekatan personal antara kedua tokoh utama partai tersebut. Apalagi, Yasin sendiri adalah rekan SBY yang berada di balik pendirian partai berlambang Mercy pada 2002 itu.

Menurutnya, penggabungan tersebut akan saling menguntungkan bagi kedua pihak. Ia yakin para kader yang hendak mencalonkan diri dalam Pemilu Legislatif 2014 akan diakomodasi PD. Apalagi, pihak PD juga sudah menjanjikan kader Pakar Pangan yang saat ini duduk di kursi DPRD dijamin bisa mencalonkan diri secara langsung pada pemilu legislatif mendatang. "Yang sekarang duduk di DPRD dijamin akan terdaftar sebagai caleg PD pada pemilu mendatang," kata Jackson.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 21 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 21 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Prabowo Minta Pendukung Batalkan Aksi di MK

Prabowo Minta Pendukung Batalkan Aksi di MK

Nasional
Gagal ke DPR, PPP Curigai Sirekap KPU yang Tiba-tiba Mati Saat Suara Capai 4 Persen

Gagal ke DPR, PPP Curigai Sirekap KPU yang Tiba-tiba Mati Saat Suara Capai 4 Persen

Nasional
Respons PDI-P soal Gibran Berharap Jokowi dan Megawati Bisa Bertemu

Respons PDI-P soal Gibran Berharap Jokowi dan Megawati Bisa Bertemu

Nasional
GASPOL! Hari Ini: Keyakinan Yusril, Tinta Merah Megawati Tak Pengaruhi MK

GASPOL! Hari Ini: Keyakinan Yusril, Tinta Merah Megawati Tak Pengaruhi MK

Nasional
Tak Banyak Terima Permintaan Wawancara Khusus, AHY: 100 Hari Pertama Fokus Kerja

Tak Banyak Terima Permintaan Wawancara Khusus, AHY: 100 Hari Pertama Fokus Kerja

Nasional
Jadi Saksi Kasus Gereja Kingmi Mile 32, Prngusaha Sirajudin Machmud Dicecar soal Transfer Uang

Jadi Saksi Kasus Gereja Kingmi Mile 32, Prngusaha Sirajudin Machmud Dicecar soal Transfer Uang

Nasional
Bareskrim Polri Ungkap Peran 5 Pelaku Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia-Aceh

Bareskrim Polri Ungkap Peran 5 Pelaku Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia-Aceh

Nasional
Usulan 18.017 Formasi ASN Kemenhub 2024 Disetujui, Menpan-RB: Perkuat Aksesibilitas Layanan Transportasi Nasional

Usulan 18.017 Formasi ASN Kemenhub 2024 Disetujui, Menpan-RB: Perkuat Aksesibilitas Layanan Transportasi Nasional

Nasional
Ketua KPU Dilaporkan ke DKPP, TPN Ganjar-Mahfud: Harus Ditangani Serius

Ketua KPU Dilaporkan ke DKPP, TPN Ganjar-Mahfud: Harus Ditangani Serius

Nasional
Jokowi Ingatkan Pentingnya RUU Perampasan Aset, Hasto Singgung Demokrasi dan Konstitusi Dirampas

Jokowi Ingatkan Pentingnya RUU Perampasan Aset, Hasto Singgung Demokrasi dan Konstitusi Dirampas

Nasional
Menko di Kabinet Prabowo Akan Diisi Orang Partai atau Profesional? Ini Kata Gerindra

Menko di Kabinet Prabowo Akan Diisi Orang Partai atau Profesional? Ini Kata Gerindra

Nasional
Selain 2 Oknum Lion Air,  Eks Pegawai Avsec Kualanamu Terlibat Penyelundupan Narkoba Medan-Jakarta

Selain 2 Oknum Lion Air, Eks Pegawai Avsec Kualanamu Terlibat Penyelundupan Narkoba Medan-Jakarta

Nasional
Dirut Jasa Raharja: Efektivitas Keselamatan dan Penanganan Kecelakaan Mudik 2024 Meningkat, Jumlah Santunan Laka Lantas Menurun

Dirut Jasa Raharja: Efektivitas Keselamatan dan Penanganan Kecelakaan Mudik 2024 Meningkat, Jumlah Santunan Laka Lantas Menurun

Nasional
Hasto Minta Yusril Konsisten karena Pernah Sebut Putusan MK Soal Syarat Usia Cawapres Picu Kontroversi

Hasto Minta Yusril Konsisten karena Pernah Sebut Putusan MK Soal Syarat Usia Cawapres Picu Kontroversi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com