Rabu, 30 Juli 2014

News / Regional

Dilaporkan ke KPK, Jokowi Santai

Kamis, 30 Agustus 2012 | 17:24 WIB

Berita terkait

SOLO, KOMPAS.com — Joko Widodo menanggapi santai saat mengetahui dirinya dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus dugaan korupsi dana Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) periode 2010-2012.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3), melaporkan kasus dugaan korupsi anggaran progran BPMKS ke KPK. Tim tersebut menilai, akibat dugaan korupsi ini, negara merugi Rp 9,5 miliar, maksimal Rp 13 miliar.

Namun, Jokowi justru menanggapi laporan tersebut adalah hal biasa dalam pilkada.

"Santai saja, santai saja. Itu biasa dalam pilkada. Dulu dilapor ke pasar (kasus pasar), lalu dicek KPK, tapi tidak terbukti. Itu paling data yang dipakai data verifikasi awal. Padahal, kita verifikasi itu sampai akhir, ya kan. Kalau yang dipakai data verifikasi awal, ya kelihatan," katanya.

Sebelumnya, sekelompok orang yang menamakan diri mereka Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3) melaporkan Wali Kota Solo, Joko Widodo, ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (30/8/2012). Mereka mengatakan Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi itu diduga ikut melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) 2010.


Penulis: Kontributor Surakarta, M Wismabrata
Editor : Farid Assifa