Jokowi Dilaporkan ke KPK - Kompas.com

Jokowi Dilaporkan ke KPK

Kompas.com - 30/08/2012, 16:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekelompok orang yang menamakan diri mereka Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3) melaporkan Wali Kota Solo Joko Widodo ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (30/8/2012). Mereka mengatakan, Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi itu diduga ikut melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) 2010.

Dengan membawa setumpuk dokumen yang diklaim sebagai barang bukti, TS3 mendatangi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Mereka juga membentangkan spanduk yang bertuliskan "Koruptor Lebih Berbahaya daripada Narkoba" di Gedung KPK.

Anggota Divisi Advokasi dan Hukum TS3, M Kalono, mengungkapkan, Jokowi patut diduga melakukan tindak pidana korupsi karena membiarkan praktik korupsi yang diduga dilakukan anak buahnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga berinisial R serta Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Kabupaten berinisial BS. Kedua anak buah Jokowi itu turut dilaporkan ke KPK hari ini.

Menurutnya, dugaan korupsi dana BPMKS dilakukan dengan modus duplikasi nama siswa penerima BPMKS. Duplikasi itu dilakukan sehingga jumlah siswa penerima BPMKS lebih banyak dari yang seharusnya.

"Di dalam anggaran tersebut tertuang untuk 110.000 siswa, tapi ternyata yang terdaftar tersebut adalah data duplikasi. Setelah diverifikasi, jumlah siswa hanya 65.000," kata Kalono.

Akibatnya, dana APBD yang dianggarkan pun lebih banyak dari seharusnya. Pada 2010, dianggarkan Rp 23 miliar untuk dana BPMKS dengan menggunakan data 110.000 siswa. Jika menggunakan data 65.000 siswa, menurut Kalono, dana APBD yang dianggarkan untuk BPMKS 2010 itu hanya Rp 10,6 miliar.

"Sehingga anggaran yang tidak digunakan semestinya Rp 12,3 miliar, selisih Rp 23 miliar dengan Rp 10,6 miliar," tambahnya.

Namun, lanjut Kalono, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran pada Belanja Hibah Satuan Pendidikan yang dilaporkan Pemkot Surakarta hanya Rp 2,4 miliar. "Berarti ada potensi kerugian negara sekitar minimal Rp 9,5 miliar, maksimal Rp 13 miliar. Itu baru tahun 2010 lho, 2011 juga sama nilainya, 2012 juga sama," tutur Kalono.

Pelaporan terhadap Jokowi oleh TS3 ini dilakukan menyusul pemberitaan yang menyebutkan KPK mendalami laporan dugaan korupsi Fauzi Bowo. Seperti diketahui, Fauzi Bowo dan Jokowi tengah bersaing dalam memperebutkan kursi gubernur DKI Jakarta 2012.

Saat ditanya apakah pelaporan Jokowi ke KPK ini bermuatan politis, Kalono membantahnya. "Tidak ada hubungannya dengan partai politik. Saya tidak kenal dengan Foke, saya mau kenal juga tidak mau," ucapnya.

Dia mengaku baru melaporkan Jokowi ke KPK hari ini karena memang baru memperoleh dokumen barang bukti lengkap.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHeru Margianto

    Terkini Lainnya

    Amnesty Internasional: Kasus Novel Jadi Satu Penanda Serius HAM Terancam

    Amnesty Internasional: Kasus Novel Jadi Satu Penanda Serius HAM Terancam

    Nasional
    Belum Sembuh, Novel Baswedan Belum Bisa Langsung Bekerja Hari Ini

    Belum Sembuh, Novel Baswedan Belum Bisa Langsung Bekerja Hari Ini

    Nasional
    Kelakuan Wisatawan di China Nekad Naiki Patung Kuda Usia 1.000 Tahun

    Kelakuan Wisatawan di China Nekad Naiki Patung Kuda Usia 1.000 Tahun

    Internasional
    Sejumlah Artis dan Produser Deklarasikan Anti Narkoba di Polres Jakarta Selatan

    Sejumlah Artis dan Produser Deklarasikan Anti Narkoba di Polres Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Pegawai KPK Minta Novel Hati-hati dengan Politisi yang Menumpang Tenar

    Pegawai KPK Minta Novel Hati-hati dengan Politisi yang Menumpang Tenar

    Nasional
    Jalan Rusak di Kelapa Gading Akan Diperbaiki PT Jakarta Propertindo

    Jalan Rusak di Kelapa Gading Akan Diperbaiki PT Jakarta Propertindo

    Megapolitan
    Kata Sahabatnya, Ini yang Diinginkan Novel Baswedan Setelah Pulang

    Kata Sahabatnya, Ini yang Diinginkan Novel Baswedan Setelah Pulang

    Megapolitan
    Dirut PT Quadra Akui Beri 1,8 Juta Dollar AS untuk Setya Novanto

    Dirut PT Quadra Akui Beri 1,8 Juta Dollar AS untuk Setya Novanto

    Nasional
    'Kalau Dibatasi, Nanti Angkot Manual Tergerus Angkot OK Otrip'

    "Kalau Dibatasi, Nanti Angkot Manual Tergerus Angkot OK Otrip"

    Megapolitan
    Dinyatakan Meninggal 7 Tahun Lalu, Anak Pasangan Ini Masih Hidup

    Dinyatakan Meninggal 7 Tahun Lalu, Anak Pasangan Ini Masih Hidup

    Internasional
    Di Kulon Progo, Pencuri Khusus Rumah Orang Lansia Akhirnya Ditangkap

    Di Kulon Progo, Pencuri Khusus Rumah Orang Lansia Akhirnya Ditangkap

    Regional
    Penuhi Kebutuhan Warga Jakarta, Anies Tanda Tangani Kesepakatan dengan Provinsi Lain

    Penuhi Kebutuhan Warga Jakarta, Anies Tanda Tangani Kesepakatan dengan Provinsi Lain

    Megapolitan
    Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar hingga Piring Makan (2)

    Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar hingga Piring Makan (2)

    Regional
    Marcus Belum Fit 100 Persen untuk Hadapi All England

    Marcus Belum Fit 100 Persen untuk Hadapi All England

    Olahraga
    Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Percobaan Pembunuhan Mahasiswi Hamil

    Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Percobaan Pembunuhan Mahasiswi Hamil

    Regional

    Close Ads X