Selasa, 30 September 2014

News / Nasional

Menko Polhukam Sesalkan Video Diskriminatif

Kamis, 23 Agustus 2012 | 13:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menyesalkan beredarnya video "Koboy Cina Pimpin Jakarta" di situs YouTube.

Video berdurasi dua menit itu meminta kelompok masyarakat etnis Tionghoa untuk tidak ikut serta pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2012. Seseorang yang menutup wajahnya mengancam akan membuat kerusuhan seperti 1998 jika mereka ikut serta dalam pilkada.

"Ini sangat kita sayangkan, proses demokrasi kita menjadi tidak baik dengan tayangan video ini. Peristiwa 1998 adalah kejadian yang kelam, menyedihkan. Dan kita sudah berjanji ini tidak boleh terulang lagi," kata Djoko seusai menggelar rapat koordinasi bidang polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (23/8/2012).

Turut hadir pada rapat koordinasi itu adalah Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman. Djoko telah menginstruksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul untuk menghentikan video yang hingga kini dapat disaksikan di situs YouTube.

Selain itu, Djoko meminta Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN untuk mengantisipasi dampak beredarnya video ini, terutama menjelang hingga pasca-Pilkada DKI Jakarta pada September mendatang.

Kepada masyarakat, Djoko meminta agar mereka tetap menjaga kerukunan dan tak mudah terprovokasi. "Apabila masyarakat menemukan video atau selebaran serupa, laporkan ke pihak berwajib untuk segera ditindaklanjuti sehingga proses Pilkada DKI Jakarta dapat diselenggarakan dengan baik," kata Djoko.


Penulis: Hindra Liauw
Editor : Egidius Patnistik