Jumat, 25 Juli 2014

News / Internasional

Sengketa

Serangan ke Iran, Topik Besar di Israel

Senin, 20 Agustus 2012 | 12:10 WIB

JERUSALEM, KOMPAS.com — Debat sengit sedang terjadi di publik Israel. Temanya adalah soal serangan segera ke fasilitas nuklir Iran, yang diduga bertujuan menekan AS untuk menegaskan dukungan kuat pada Israel. Demikian dikatakan para pakar, sebagaimana diberitakan kantor berita Agence France Presse (AFP), Senin (20/8/2012).

Setiap hari media Israel sarat dengan isu serangan yang disampaikan para politisi, pensiunan jenderal, mantan pejabat keamanan, dan pihak-pihak lainnya. Mereka memenuhi kolom-kolom di berbagai harian dan program-program televisi dengan ide yang mendukung dan juga menentang serangan ke Iran.

Ada yang mendorong serangan segera dilakukan, lepas dari ada atau tidaknya dukungan dari Amerika Serikat. Debat ini didorong tindakan pemerintah yang sudah membagi-bagikan masker gas ke rakyat, uji coba sistem pertahanan. Ini sekaligus memperkuat dugaan bahwa Israel sudah menghitung potensi korban dalam aksi serangan ke Iran.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dan para pejabat senior memperkirakan setidaknya konflik akan berlangsung 30 hari dan korban tewas dari pihak Israel sebanyak 500 orang. "Ada histeria umum, dan punya momentum, untuk menempatkan negara dalam keadaan gelisah, entah itu semu atau tidak," kata mantan Kepala Intelijen Israel, Uri Saguy, di harian Haaretz. Namun, seorang profesor dari Universitas Terbuka Israel, Deni Charbit, mengatakan, semua ini merupakan upaya untuk menekan Presiden AS Barack Obama agar lebih garang soal Iran.

"Penggunaan diplomasi publik ini adalah bagian dari upaya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menhan untuk mendapatkan gambaran lebih jelas soal komitmen AS untuk menyerang jika Iran melanjutkan program nuklir, atau setidaknya memberi lampu hijau bagi Israel untuk melakukan serangan," kata Charbit. "Masalahnya, sikap AS sejauh ini dianggap samar oleh para pemimpin Israel," kata Charbit.


Penulis: Simon Saragih
Editor : Agnes Swetta Pandia