Selasa, 21 Oktober 2014

News / Nasional

Idul Fitri, PBNU Tekankan Keharmonisan Indonesia

Minggu, 19 Agustus 2012 | 15:28 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menekankan pentingnya menjaga keharmonisan di dalam kehidupan. Umat Islam turut berkewajiban menjaga keharmonisan di Nusantara.

"Keharmonisan dalam kehidupan bukan sekadar kewajiban, melainkan kodrat manusia," kata Said Aqil saat menyampaikan khotbah Idul Fitri di Victoria Park, Hong Kong, Minggu (19/8/2012) sebagaimana Antara.

Ketua Umum PBNU diundang Konsulat Jenderal RI di Hong Kong untuk menyampaikan khotbah sekaligus memimpin shalat Idul Fitri atas permintaan berbagai organisasi buruh migran Indonesia di kota administrasi khusus Republik Rakyat China itu.

Di dalam bahasa Arab, kata Said Aqil, manusia disebut sebagai insan, yang berarti harmonis. Karena itulah, keharmonisan bagi manusia adalah kodrat.

"Manusia dalam bahasa Arab berarti insan. Itu objeknya, dan subjeknya adalah anas untuk laki-laki, anisa untuk perempuan. Semua artinya sama, yaitu intim atau harmonis," kata Said Aqil di hadapan puluhan ribu orang, sebagian besar buruh migran Indonesia, yang mengikuti shalat Idul Fitri tersebut.

Meski demikian, lanjut Said Aqil, manusia dilahirkan dengan memiliki hawa nafsu. Hal itulah yang menjadikan kodrat menjaga keharmonisan seringkali tidak dijalankan.

Dalam kaitan kehidupan buruh migran di Hong Kong, menurut Said Aqil, keharmonisan menjadi sangat penting. Karena itu, sikap saling menghargai dan menghormati harus dijalankan.

Selain menjadi imam dan khatib, Said Aqil juga dijadwalkan melakukan dialog keagamaan dengan berbagai organisasi buruh migran Indonesia, salah satunya di Macau dan Guang Zhou.

 


Editor : Hindra
Sumber: