Jumat, 1 Agustus 2014

News / Nasional

Islam Kecam Perilaku Anarkistis

Minggu, 19 Agustus 2012 | 08:43 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Islam memerintahkan umatnya menjadi manusia yang berperilaku santun kepada siapa pun. Islam sangat mengecam perilaku anarkistis, kejam, dendam, berperangai buruk, dan berbagai sifat jelek lainnya.

Sebaliknya, Islam sangat menganjurkan kepada pemeluknya untuk menjadi pribadi unggul yang selalu berbuat baik dan memberi manfaat kepada sesama, lingkungan, serta bangsanya.

"Nabi Muhammad SAW sendiri pernah mengatakan bahwa sebaik-baiknya manusia ialah mereka yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya," kata Prof H Muhibbin, Rektor IAIN Walisongo Semarang, saat menyampaikan khotbah Idul Fitri 1433 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (19/8/2012).

Shalat Id itu dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi ibu Ani Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono didampingi ibu Herawati. Ikut pula beberapa menteri kabinet Indonesia Bersatu II dan duta besar negara sahabat serta puluhan ribu jemaah.

Muhibbin juga menyoroti masalah moral yang menjadi persoalan di setiap bangsa. Menurut dia, moral merupakan fondasi yang akan menentukan perjalanan bangsa ke depan. Untuk itu, kata dia, Islam sangat intens menyikapi persoalan moral dan sangat menekankan kepada seluruh umatnya agar dapat berperilaku baik, santun, dan menghargai pihak lain.

"Selama moral suatu bangsa itu tinggi dan mulia serta terjaga secara baik, maka bangsa tersebut akan tetap kokoh, disegani, dan mulia di mata bangsa lain. Sebaliknya, kalau akhlak sudah tidak lagi diindahkan dan kerusakan telah merebak di mana-mana, maka akan lemah, bahkan hancurlah bangsa tersebut," kata Muhibbin.

Muhibbin menambahkan, persoalan kebodohan dan kemiskinan juga menjadi persoalan serius. Islam menekankan umatnya terus berusaha menghilangkan atau setidaknya mengurangi kemiskinan. Tentunya, kata dia, upaya itu harus dilakukan dengan aktivitas nyata dan terukur.

"Islam sangat menghargai orang yang mau berusaha sungguh-sungguh dan mencela segala bentuk kemalasan dan pengangguran. Jadi, Islam sangat apresiatif terhadap segala bentuk kreativitas cerdas, termasuk yang menghasilkan nilai ekonomi. Karena dengan berbagai kreativitas itu diharapkan dapat membuahkan kesejahteraan bukan hanya kepada dirinya, tetapi juga kepada masyarakat," pungkas dia.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Heru Margianto