Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 20:29 WIB
Suryadharma Ali: Tahun Depan, Muhammadiyah Harus Ikut Sidang
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Sabtu, 18 Agustus 2012 | 19:41 WIB
|
Share:
Suryadharma Ali: Tahun Depan, Muhammadiyah Harus Ikut SidangKOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Agama, Suryadharma Ali memimpin jalannya Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1433 H di Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (18/8/2012). Sidang Isbat menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah secara serentak jatuh pada Minggu, 19 Agustus 2012. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun ini, Muhammadiyah tidak berperan dalam sidang Isbat, baik penentuan 1 Ramadan maupun 1 Syawal 1433 H. Menteri Agama Suryadharma Ali berharap ormas Islam pimpinan Din Syamsuddin itu ikut sidang Isbat tahun depan.

"Tahun depan kita berharap pihak yang tidak hadir dalam sidang kali ini bisa hadir bersama kita, sama-sama dalam penetapan Ramadan," ujarnya usai Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1433 H di Kantor Kementerian Agama, Jl MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2012).

Menurutnya, kehadiran berbagai organisasi Islam dalam sidang tersebut merupakan komitmen seluruh pihak terhadap kesatuan dan persatuan. Suryadharma juga menampik perbedaan pandangan yang kerap terjadi merupakan rekayasa.

"Perbedaan adalah rahmat, tidak bisa dicegah, tidak bisa dihindari. Kita menghormati yang berbeda, tapi tetap yang utama adalah persatuan dan kebersamaan," lanjutnya.

Sebelumnya, Suryadharma menyesalkan ketidakhadiran Muhammadiyah di sidang Isbat penentuan Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Menurutnya, ketidakhadiran Muhammadiyah tersebut dicemaskannya akan mengganggu persatuan umat Islam.

Sejak awal Ramadan, Muhammadiyah sudah menegaskan tidak menghadiri sidang Isbat, baik penentuan awal Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri. Muhammadiyah menganggap sidang Itsbat tersebut tidak demokratis.

 

Editor :
Ana Shofiana Syatiri