Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 18 Mei 2013 | 18:33 WIB
Menag Sesalkan Muhammadiyah Absen di Sidang Isbat Idul Fitri
Penulis : Aditya Revianur | Sabtu, 18 Agustus 2012 | 17:34 WIB
|
Share:

Menag Sesalkan Muhammadiyah Absen di Sidang Isbat Idul Fitri
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Menteri Agama Suryadharma Ali (kedua kanan) memimpin sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1433 Hijriah didampingi Wakil Menteri Agama Nasarudin Umar (kanan), Ketua MUI Maruf Amin (kedua kiri), Wakil Ketua Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini (kiri), dan Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil (tak tampak) di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/7). Dalam sidang yang dihadiri ulama dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan perwakilan negara sahabat tersebut, pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1433 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Juli 2012.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Suryadharma Ali menyesalkan ketidakhadiran Muhammadiyah di sidang Isbat penentuan Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Ketidakhadiran Muhammadiyah tersebut dicemaskannya akan mengganggu persatuan umat Islam.

"Kami menyesalkan ketidakhadiran Muhammadiyah di sidang Isbat kali ini. Padahal persatuan umat Islam dengan kehadiran Muhammadiyah itu penting," kata Suryadharma Ali di Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (18/8/2012).

Suryadharma menjelaskan, sidang Isbat penentuan awal 1 Syawal yang bertetapan dengan Hari Raya Idul Fitri 1433 H penting untuk memperkuat umat Islam. Absennya Muhammadiyah dalam kesempatan sidang Isbat kali ini diharapkannya tidak terjadi di dalam jangka waktu ke depan. Hal tersebut mengingat Muhammadiyah sebagai ormas Islam besar memiliki peran penting dalam menjaga persatuan umat.

"Kami harap Muhammadiyah di sidang Isbat yang akan datang bisa hadir. Hal itu, saya tegaskan lagi, demi persatuan umat," tambahnya.

Suryadharma juga menjelaskan, momentum Hari Raya Idul Fitri 1433 H selayaknya menjadi ikhwal penting bagi umat muslim untuk kembali pada fitrah. Umat Islam, dengan semangat Idul Fitri, lanjutnya, harus menjaga kesucian diri dan persatuan umat. Selain itu, dirinya mengimbau umat Islam untuk memaknai Idul Fitri 1433 H sebagai momentum yang baik untuk menjaga perdamaian.

Sebelumnya, Muhammadiyah dipastikan tidak hadir di sidang Isbat yang dianggap tidak demokratis. Muhammadiyah sejak awal Ramadan sudah menegaskan tidak menghadiri sidang Isbat, baik penentuan awal Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri.

 

Editor :
Ana Shofiana Syatiri