Di Bulan Suci Kok Malah Korupsi - Kompas.com

Di Bulan Suci Kok Malah Korupsi

Sandro Gatra
Kompas.com - 17/08/2012, 17:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi diminta meninjau ulang setiap putusan yang diberikan oleh dua hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi berinisial KM dan HK, yang ditangkap oleh KPK hari ini. Putusan-putusan tersebut dikhawatirkan tidak objektif.

KPK bersama tim dari Mahkamah Agung menangkap kedua hakim itu setelah upacara HUT ke-67 Kemerdekaan RI di halaman Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jumat (17/8/2012) pagi. KM merupakan hakim Tipikor Semarang dan HK dari Pengadilan Tipikor Pontianak. HK tengah cuti untuk merayakan Lebaran di Semarang.

Ketua Kelompok Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsy merasa heran mengapa praktik korupsi masih saja dilakukan di bulan Ramadhan. "Ini kan bulan suci, waktunya orang beribadah dan mohon ampun. Lha ini kok malah korupsi, apalagi pelakunya para hakim. Mereka katanya wakil Tuhan di muka bumi ini," kata Aboe Bakar.

Aboe Bakar mengapresiasi kerja KPK yang kembali menangkap tangan lantaran dapat membuat shock therapy. Ia juga mengapresiasi para pegawai KPK yang tetap berkonsentrasi memburu koruptor di tengah kesibukan mudik Lebaran. "Asalkan nanti mereka jangan dituntut ringan saja. Mereka kan hakim, mereka mempermainkan keadilan. Itu sama saja mempermainkan amanah Tuhan," ujar Aboe Bakar.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisSandro Gatra
    EditorLaksono Hari W

    Terkini Lainnya

    Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

    Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

    Megapolitan
    Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

    Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

    Nasional
    'Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak'

    "Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak"

    Megapolitan
    JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca 'Tweet' Saya

    JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca "Tweet" Saya

    Megapolitan
    Donasi Pembaca 'Kompas.com' buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

    Donasi Pembaca "Kompas.com" buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

    Regional
    Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

    Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

    Regional
    Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

    Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

    Megapolitan
    Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca 'Kompas.com'

    Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca "Kompas.com"

    Regional
    Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

    Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

    Megapolitan
    Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

    Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

    Nasional
    Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

    Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

    Megapolitan
    Warga Berbondong-bondong Kunjungi 'Show Uni't Rumah DP 0 Rupiah

    Warga Berbondong-bondong Kunjungi "Show Uni"t Rumah DP 0 Rupiah

    Megapolitan
    Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami 'Sex Addict'

    Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami "Sex Addict"

    Regional
    Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

    Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

    Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

    Nasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM