Data Anggota Parpol Ditambah NIK - Kompas.com

Data Anggota Parpol Ditambah NIK

Kompas.com - 10/08/2012, 18:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Data anggota partai politik yang diserahkan kepada KPU kabupaten/kota, sebagai syarat untuk menjadi calon peserta pemilu, harus dilengkapi alamat jelas. Selain itu, sebaiknya data setiap anggota disertai nomor induk kependudukan (NIK).

"NIK dan alamat lengkap untuk memudahkan KPU untuk memverifikasi keberadaan anggota parpol. Para petugas verifikasi faktual akan lebih mudah mencarinya. Jangan sampai data tidak jelas, membuat keanggotaan dinyatakan tidak valid," kata anggota KPU Hadar N Gumay, Jumat (10/8/2012) di Jakarta.

Salah seorang Ketua DPP Partai Nasdem, Fery Mursidan Baldan, menambahkan, kenyataannya belum semua warga memiliki NIK. Karenanya, untuk daerah-daerah yang warganya belum mendapat NIK, Partai Nasdem menyertakan keterangan resmi dari lurah.

Proses pendaftaran dan penyerahan syarat calon peserta pemilu berlangsung 10 Agustus sampai dengan 7 September 2012. Adapun verifikasi dimulai 11 Agustus, dan parpol-parpol peserta pemilu ditetapkan KPU paling lambat 15 Desember 2012.


EditorAgus Mulyadi
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Nasional
Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Regional
Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional

Close Ads X