Rabu, 23 Juli 2014

News / Nasional

Ramadhan 2012

HUT RI di Bulan Ramadhan

Jumat, 10 Agustus 2012 | 09:05 WIB

Berita terkait

KOMPAS.com — Peringatan 67 tahun Kemerdekaan Indonesia tahun ini tergolong istimewa. Pasalnya, jatuh di hari Jumat dan bulan Ramadhan. Kondisi ini sama dengan ketika Soekarno dan Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, yang juga jatuh di hari Jumat dan bulan Ramadhan.

Sejumlah pemuda yang membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, Jawa Barat, 16 Agustus 1945, sempat meminta agar proklamasi dibacakan hari itu juga. Namun, seperti ditulis wanita pejuang Lasmidjah Hardi, saat itu Soekarno menjawab, ”...tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat Legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci....”

Untuk memperingati peristiwa itu, sejak seminggu terakhir dilakukan persiapan di kompleks Parlemen, Jakarta. Tiang bendera dicat ulang, sejumlah ruangan dibersihkan, dan taman dipercantik. Bendera Merah Putih mulai dikibarkan di sejumlah tempat. Akan ada acara penting di kompleks Parlemen pada 16 Agustus 2012, yaitu Rapat Paripurna DPR-DPD untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka HUT RI dan mendengarkan pidato Presiden dalam rangka penyampaian RAPBN 2013.

Untuk mendengarkan dua pidato itu, Uchok Sky Khadafi dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran menuturkan, disiapkan anggaran Rp 1,283 miliar. Rinciannya, Rp 699,05 juta untuk acara pidato Presiden tentang RAPBN 2013 dan Rp 583,97 juta untuk acara pidato kenegaraan Presiden dalam rangka HUT RI.

”Angka itu dari Keppres 32/2011 tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2012,” ujarnya.

Dibandingkan dengan Keppres Nomor 26 Tahun 2010 tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2011, ujar Uchok, anggaran itu naik Rp 287,57 juta. Pasalnya, untuk kegiatan sejenis tahun 2011 dianggarkan Rp 995,45 juta.

Namun, bagi Ishak, office boy yang bertugas di kompleks Parlemen, anggaran untuk kegiatan 16 Agustus itu bukan jadi keresahannya. Saat ini, pikiran office boy yang bekerja sejak 1987 ini adalah bagaimana mendapatkan uang untuk merayakan Lebaran bersama istri dan empat anaknya. ”Moga-moga besok Senin THR turun,” kata Ishak, yang bergaji Rp 1,8 per bulan. (M Hernowo)

 


Editor : Hindra
Sumber: