Jumat, 25 April 2014

News / Nasional

Martin: Puluhan Politisi Ingin Pindah ke Gerindra

Kamis, 9 Agustus 2012 | 11:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan politisi dari beberapa partai politik yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat disebut tertarik untuk pindah ke Partai Gerindra menjelang Pemilu Legislatif 2014. Salah satu faktor dari rencana itu lantaran tingginya elektabilitas Partai Gerindra berdasarkan hasil jajak pendapat berbagai lembaga survei.

"Berpuluh orang yang bisikkan ke saya kemungkinan bisa tidak diterima untuk masuk ke Gerindra. Dia berharap bisa masuk awal tahun 2013," kata anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra, Martin Hutabarat, di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (9/8/2012).

Martin enggan menjelaskan lebih rinci jumlah pasti, identitas politisi, ataupun asal parpol mereka. Pasalnya, kata dia, mereka meminta agar rencana itu tidak digembar-gemborkan lantaran menyangkut etika politik.

"Ketika sudah resmi masuk (Gerindra), mereka kan harus keluar dari DPR. Pak Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina) sudah tahu rencana itu dan Pak Prabowo apresiasi. Yang penting cita-cita perubahan dijadikan platform bersama," kata Martin.

Dengan demikian, Martin memastikan tidak akan ada politisi Gerindra yang bakal pindah parpol. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella menyebut ada 37 politisi yang saat ini menjadi anggota Dewan bakal bergabung dengan Partai Nasdem sebelum Pileg 2014.

"Hasil survei memperlihatkan bukan kader Gerindra yang pindah, tapi kader parpol lain yang pindah ke Gerindra," pungkas anggota Komisi III DPR itu.

Seperti diberitakan, hasil jajak pendapat beberapa lembaga survei menyebut elektabilitas Partai Gerindra naik ke papan tengah. Terakhir, jajak pendapat Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut Partai Gerindra berada di urutan keempat dengan angka 5,2 persen.

Partai Gerindra berada dibawa tiga parpol besar, yakni Partai Golkar sebesar 18 persen, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 11,6 persen, dan Partai Demokrat 11,1 persen.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Erlangga Djumena