Rabu, 26 November 2014

News / Nasional

Survei: Massa Demokrat Bakal Pindah ke Nasdem

Selasa, 7 Agustus 2012 | 19:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Massa pendukung Partai Demokrat di Pemilu Legislatif 2009 disebut akan pindah ke beberapa partai politik jika pemilu dilaksanakan hari ini. Paling banyak, massa pendukung partai berlambang bintang Mercy itu akan pindah ke Partai Nasdem.

Hal itu terlihat dari hasil jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei Trust Indonesia (TI). Hasil survei disampaikan Direktur TI, Zudan Rosyidi, dan Peneliti TI, Afthonul Afif, di Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Pihak TI mengaku melakukan survei di 200 desa di 33 provinsi dalam periode 8-22 Juli 2012. Jumlah responden yang diambil 1996 orang dengan perbandingan 65 persen di pedesaan dan 35 persen di perkotaan.

Hasil survei TI disebutkan bahwa Demokrat berada di posisi kedua dengan tingkat elektabilitas 11,6 persen. Adapun di Pileg 2009, perolehan suara Demokrat 20,8 persen.

Menurut TI, sebanyak 59,5 responden yang mengaku memilih Demokrat di Pileg 2009 bakal pindah parpol. Rinciannya, yakni ke Partai Nasdem (32,9 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (9,1 persen), Partai Gerindra (9,1 persen), Partai Golkar (4,9 persen), dan partai lainnya (3,5 peren).

"Turunnya suara Demokrat ini akibat persepsi masyarakat yang tinggi terhadap fenomena korupsi. Mereka boleh jadi melakukan protes terhadap Demokrat sebagai partai penguasa," kata Zunan.

Tak hanya Demokrat. Situasi hampir sama juga terjadi di PDI-P. Sebanyak 46,4 persen responden yang mengaku memilih PDIP ketika Pileg 2009 bakal pindah parpol. Rinciannya, yakni ke Partai Gerindra (20,4 persen), PKB (16,7 persen), dan Partai Nasdem (9,3 persen). Hasil survei itu menyebutkan, PDI-P berada di posisi ketiga dengan tingkat elektabilitas 9,7 persen.

Partai Keadilan Sejahtera juga disebut mengalami hal yang sama. Sebanyak 30,8 persen responden yang mengaku memilih PKS di Pileg 2009 bakal pindah ke Partai Nasdem. PKS disebut berada di urutan keenam dengan elektabilitas 4,1 persen.

Namun, situasi itu tidak terjadi di Partai Golkar meskipun sebelum survei itu dilakukan tengah disorot berbagai kasus dugaan korupsi. Tak ada responden yang mengaku memilih Golkar di Pileg 2009 akan pindah parpol.

Zunan mengatakan, hasil survei itu apa adanya tanpa rekayasa. "Kami lembaga survei independen yang bekerja profesional. Lembaga kami sudah berdiri 2009 dan kami bukan lembaga survei abal-abal atau titipan," pungkas dia.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : I Made Asdhiana