Selasa, 23 September 2014

News / Nasional

KPK Tak Mau Berkomentar Dulu

Senin, 6 Agustus 2012 | 20:36 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara KPK, Johan Budi enggan berkomentar seputar kewenangan KPK terkait penanganan kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) sebelum pertemuan pimpinan KPK dengan Kepala Polri selesai dilangsungkan. Pertemuan tersebut akan membahas beda persepsi antara KPK dan Polri yang menyebabkan seolah-olah kedua lembaga itu tengah berebut kasus.

"Kita milih tidak berkomentar luas sampai nanti ada pertemuan pimpinan KPK dan Polri. Nanti akan dibahas secara detil sehingga penegak hukum harus sama dalam kaitan pemberantasan korupsi," kata Johan di Jakarta, Senin (6/8/2012).

Sebelumnya Johan menyebut pertemuan itu dijadwalkan hari ini. Namun, pertemuan pimpinan KPK dan Polri bukan dijadwalkan hari ini melainkan menunggu kesepakatan waktu antara pimpinan KPK dengan Kapolri. "Tentu tidak dalam waktu yang sama (hari ini)," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Johan, akan dibahas teknik mengenai penanganan kasus dugaan korupsi simulator SIM antara KPK dengan Polri. Mana saja yang menjadi bagian KPK dan mana yang jadi kewenangan Polri.

Johan belum dapat berkomentar soal status tiga tersangka KPK yang ternyata juga ditetapkan sebagai tersangka kasus yang sama oleh Polri. "Itu salah satu yang tadi kita sebut sebagai jalan keluar dengan bertemunya pimpinan KPK dan Polri. Saya tidak mau mendahului pimpinan KPK dan Kapolri, karena pertemuan itu belum terjadi. Setelah pertemuan itu baru bisa disampaikan putusan KPK dan Polri. Kita imbau supaya jangan memanas-manasi," katanya.

Meskipun begitu, Johan memastikan kalau penanganan perkara dengan tersangka Irjen (Pol) Djoko Susilo di KPK akan jalan terus. Seperti diberitakan sebelumnya, KPK dan Polri seolah berebut penanganan kasus dugaan korupsi simulator SIM yang melibatkan dua jenderal Polisi itu. KPK meningkatkan penanganan kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM itu pada 27 Juli 2012 sedangkan Polri memulai penyidikan pada 1 Agustus 2012.

Tiga dari lima orang yang ditetapkan Polri sebagai tersangka juga menjadi tersangka di KPK. Mereka adalah Brigjen Didik Purnomo dan dua swasta, yakni Budi Susanto dan Sukoco S Bambang. Sebelumnya KPK menetapkan Djoko Susilo sebagai tersangka.


Penulis: Icha Rastika
Editor : I Made Asdhiana