Jumat, 24 Oktober 2014

News / Megapolitan

Rhoma Irama Tak Takut Hadapi Panwaslu

Jumat, 3 Agustus 2012 | 17:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Raja dangdut Rhoma Irama mengaku tidak gentar dengan pemanggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta terkait masalah ceramah yang menyinggung masalah Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA). Ia mengungkapkan bahwa tim kampanye Foke-Nara dan beberpa kelompok advokat sempat menawarkan untuk memberikan bantuan hukum sehubungan dengan panggilan dari Panwaslu, yang seharusnya dihadirinya pagi tadi.

"Tim Foke-Nara dan sekitar lima kelompok lain menawari saya bantuan hukum. Tapi saya tolak semua karena saya tidak takut," kata Rhoma saat dihubungi wartawan, Jumat (3/8/2012).

Bahkan Rhoma mengaku tidak takut terhadap sanksi yang akan diberikan padanya, jika terbukti ceramahnya tersebut memicu konflik.

"Saya menyampaikan firman Allah di rumah Allah. Apakah hal itu salah? Saya hanya menyampaikan kebenaran," ungkap Rhoma.

Ia pun menegaskan bahwa dalam ayat Alquran ada ayat yang berisi larangan bagi umat Islam untuk memilih pemimpin yang beragama tidak Islam.

"Jika umat Islam memilih pemimpin yang kafir, maka mereka akan menjadi musuh Allah," ujar Rhoma.

"Saya yakin kebenaran ayat Alquran. Jadi, saya tidak takut menyampaikannya. Saya wajib menyampaikan kebenaran. Bagaimana jika banyak umat Islam menjadi musuh Allah?" imbuhnya.

Ketika ditanya mengapa dirinya tidak memenuhi panggilan Panwaslu DKI Jakarta, ayah pedangdut Ridho Rhoma ini menjelaskan bahwa jadwalnya cukup padat. Dia pun mengaku meminta pemeriksaan diundur hingga Senin (6/8/2012) depan.

"Jadwal saya hari ini padat. Saya ada undangan ceramah dan jadi khatib salat Jumat. Sekarang saya sedang berada di Bogor," tandasnya.


Penulis: Riana Afifah
Editor : Ana Shofiana Syatiri