Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Jokowi-Ahok Tak Tuntut Rhoma Irama Minta Maaf

Jumat, 3 Agustus 2012 | 14:19 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim pemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Denny Iskandar, menyatakan bahwa pasangan calon tersebut telah memaafkan penyanyi dangdut Rhoma Irama terkait ceramah berbau SARA yang disampaikannya di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, beberapa waktu silam.

"Saya sudah melihat video tersebut. Setelah melihat barang bukti, sebagai umat Islam, saya menghormati beliau sebagai pemuka agama. Kami tetap memaafkan beliau. Ini hanya penzaliman oleh Bang Rhoma terhadap Jokowi," kata Denny Iskandar, saat ditemui di Kantor Sasana Prasada Karya, Jakarta, Jumat (3/8/2012).

Denny melanjutkan, pihaknya juga tidak mengharapkan permintaan maaf khusus dari Rhoma Irama atas isi ceramahnya yang dilaporkan kepada Panwaslu.

"Semua diserahkan pada kebesaran hati Bang Rhoma saja untuk meminta maaf kepada Jokowi-Ahok. Kalaupun mau dilakukan, tidak perlu di media cetak, tapi di tempat yang sama di mana Bang Rhoma berceramah," kata Denny.

Terkait video berdurasi sekitar tujuh menit tersebut, Denny tidak mau berkomentar banyak. Ia menyerahkan semuanya kepada penegak hukum untuk menafsirkan isinya.

"Penegak hukum lebih mengetahui apakah telah terjadi pelanggaran pidana atau tidak. Kalau negara tidak mengambil tindakan, berarti bukan pelanggaran SARA. Tapi kalau seandainya iya, kami pun akan kooperatif, tetapi bukan dalam konteks kami sebagai pelapor," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta Ramdansyah menyatakan akan tetap mendalami kasus laporan yang diterima pihaknya itu.

"Keterangan pelapor, terlapor, dan pihak terkait lainnya, dalam hal ini juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashiddiqie sedang didalami. Ini untuk menentukan apakah laporan itu termasuk pelanggaran pidana umum, pelanggaran pidana pilkada, atau hanya sengketa biasa," kata Ramdansyah.

Selain itu, menurutnya, Rhoma Irama yang dijadwalkan untuk datang ke Panwaslu hari ini berhalangan hadir karena ada dakwah Jumat. Panwaslu pun berencana menjadwalkan pemanggilan ulang kepada ayah dari pedangdut Ridho Roma itu pada Senin (6/8/2012). Adapun untuk mendapatkan informasi dari Jimly Ashiddiqie tetap akan diselenggarakan siang ini di Kantor Panwaslu.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyanyi dangdut Rhoma Irama memberikan ceramah di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Minggu (29/7/2012). Saat itu ia datang mendampingi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dalam kegiatan Safari Ramadan-nya.

Dalam ceramahnya, selain membenarkan kampanye SARA, Rhoma juga mengajak jemaah masjid untuk memilih calon pemimpin yang seiman. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan mengenai Jakarta jangan menjadi seperti Singapura-nya Indonesia pada 1972, yang saat itu dikuasai oleh Lee Kuan Yew, yang berasal dari etnis tertentu.

 


Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Ana Shofiana Syatiri