Kontras: Priyo Tak Mengerti HAM - Kompas.com

Kontras: Priyo Tak Mengerti HAM

Aditya Revianur
Kompas.com - 29/07/2012, 15:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) mengecam pernyataan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang menyebutkan bahwa temuan Komnas HAM terkait kasus pelanggaran HAM berat penembakan misterius (petrus) tidak seharusnya diungkapkan kepada publik.

Koordinator Kontras Haris Azhar menilai pernyataan Priyo tidak pantas dan tidak keluar dari seorang wakil rakyat yang notabene seharusnya menegakkan kepentingan rakyat yang telah dilanggar hak asasinya oleh penguasa.

"Priyo bicara seperti itu karena dia dari Golkar, partai yang selama Orde Baru berkontribusi dalam banyak kasus pelanggaran HAM. Dia mewakili kepentingan Golkar untuk diselamatkan dari penghukuman partainya atas kesalahan di masa lalu terhadap rakyat yang dilanggar hak asasinya oleh mereka," tutur Haris di Jakarta, Minggu (29/7/2012).

Haris menambahkan, pernyataan yang dilontarkan pengurus teras Partai Golkar itu juga menunjukkan Priyo tidak memahami kandungan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 yang mengatur tentang kewajiban hukum untuk menuntaskan seluruh pelanggaran HAM di masa lalu.

Ia menekankan, membuka sejarah lama dan meluruskan yang telah dibelokkan oleh Orde Baru sangatlah penting.

"Untuk membangun garis batas, apa yang salah dan apa yang tidak, siapa yang salah, siapa yang tidak salah di masa lalu. Dengan demikian, kita tahu siapa yang bisa diajak membangun negeri dan apa yang tidak boleh diulangi, seperti kekerasan," paparnya.

Sebelumnya, Komnas HAM menemukan bukti dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam penembakan misterius (petrus) pada 1982-1985. Pelaku kejahatan tersebut diduga adalah aparat keamanan, seperti polisi, tentara, garnisun, dan aparat sipil seperti ketua RT, RW, lurah, dan camat.

Menurut penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM, petrus termasuk dalam pelanggaran HAM berat dan Kejaksaan Agung harus segera melakukan penyidikan terkait penyelidikan Komnas HAM tersebut. Korban dari kebijakan petrus yang dikomando Soeharto kurang lebih mencapai 10.000 orang yang dituduhkan sebagai preman. Namun, mereka dieksekusi tanpa melalui proses peradilan.

PenulisAditya Revianur
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Terkini Lainnya

Polri Bentuk Satgas Nusantara untuk Dinginkan Tensi Pilkada Serentak

Polri Bentuk Satgas Nusantara untuk Dinginkan Tensi Pilkada Serentak

Nasional
Kesaksian Korban Kabur dengan Tangan Terborgol dari Sopir Taksi Online Perampok

Kesaksian Korban Kabur dengan Tangan Terborgol dari Sopir Taksi Online Perampok

Regional
Pulang Bekerja, Istri Kepala Desa Tewas Terlindas Truk

Pulang Bekerja, Istri Kepala Desa Tewas Terlindas Truk

Regional
Di Tanjungpinang, Kondisi Kesehatan 3 Pasangan Bakal Calon Dinyatakan Baik

Di Tanjungpinang, Kondisi Kesehatan 3 Pasangan Bakal Calon Dinyatakan Baik

Regional
Ditinggal Ibunya Saat Bayi, Pria India Ini Jadi Anggota DPR Swiss

Ditinggal Ibunya Saat Bayi, Pria India Ini Jadi Anggota DPR Swiss

Internasional
ISIS Rilis Video Propaganda Teror Pakai Potongan Film Hollywood

ISIS Rilis Video Propaganda Teror Pakai Potongan Film Hollywood

Internasional
Hafiz/Gloria Singkirkan Unggulan Tiga

Hafiz/Gloria Singkirkan Unggulan Tiga

Olahraga
Tutup Saluran Air dan Timbulkan Banjir, Proyek Tol Brebes-Pemalang Didemo Warga

Tutup Saluran Air dan Timbulkan Banjir, Proyek Tol Brebes-Pemalang Didemo Warga

Regional
Moeldoko Sarankan Babinsa-Polisi Dilibatkan dalam Edukasi Kesehatan di Asmat

Moeldoko Sarankan Babinsa-Polisi Dilibatkan dalam Edukasi Kesehatan di Asmat

Nasional
Sebelum Rampok Uang Milik Pengusaha di Ambon, Pelaku Juga Bobol Mobil Lain

Sebelum Rampok Uang Milik Pengusaha di Ambon, Pelaku Juga Bobol Mobil Lain

Regional
Ditegur karena Bawa Penumpang, Pengemudi Ojek 'Online' Cekcok dengan Ojek Pangkalan

Ditegur karena Bawa Penumpang, Pengemudi Ojek "Online" Cekcok dengan Ojek Pangkalan

Regional
Hujan Guyur Pamekasan Selama 4 Jam, Kantor KPU Terendam Banjir

Hujan Guyur Pamekasan Selama 4 Jam, Kantor KPU Terendam Banjir

Regional
Setelah Ada Ultimatum, 6 Mobil Mewah di Jaksel Lunasi Pajaknya

Setelah Ada Ultimatum, 6 Mobil Mewah di Jaksel Lunasi Pajaknya

Megapolitan
'Rapper' Jerman Anggota ISIS Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

"Rapper" Jerman Anggota ISIS Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

Internasional
Gerebek Tempat Prostitusi, Mobil Laskar Pembela Islam Dirusak Warga

Gerebek Tempat Prostitusi, Mobil Laskar Pembela Islam Dirusak Warga

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM