Minggu, 31 Agustus 2014

News / Nasional

Diperiksa KPK, Wa Ode Juga Kenakan Baju Tahanan

Rabu, 25 Juli 2012 | 11:41 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus dugaan suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) Wa Ode Nurhayati tampak mengenakan baju tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika memasuki Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Wa Ode mendatangi Gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi bagi Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq yang menjadi tersangka kasus dugaan suap DPID. Baju tahanan KPK yang dikenakannya berwarna putih serupa jaket yang bertuliskan "Tahanan KPK" di bagian punggung dan dada. Baju tahanan dengan model yang sama juga dikenakan Wa Ode saat memasuki Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta (24/7/2012) kemarin, untuk menjalani persidangan.

Penggunaan baju tahanan ini sengaja diterapkan KPK untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi. KPK akan menyediakan dua model baju tahanan yang wajib dipakai saat pemeriksaan, di dalam tahanan, dan saat menghadiri persidangan.

Baju tahanan ini pertama kali dipakaikan kepada Bupati Buol, Amran Batalipu saat yang bersangkutan digiring ke Rumah Tahanan Jakarta Timur Cabang KPK seusai ditangkap di kediamannya di Buol. Menyusul Amran, semua tahanan KPK mulai dipakaikan baju khusus tersebut. Sebut saja, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom. Miranda pertama kali terlihat dengan baju tahanan saat menghadiri sidang perdananya di Pengadilan Tipikor kemarin.

Meski menggunakan baju tahanan, Miranda tetap berpenampilan modis. Dia mengakali penampilannya dengan mengenakan ikat pinggang lebar dan meninggikan kerah baju tahanan sehingga tampak lebih trendy.

Tak hanya Miranda yang mengakali penampilannya dengan baju tahanan. Istri Muhammad Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni sengaja mengenakan kerudung panjang dan lebar sehingga tulisan "Tahanan KPK" pada baju tahanan yang dikenakannya tidak terlihat.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary