Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 21:11 WIB
SBY: Luar Negeri Menilai Lebih Obyektif
Penulis : Tomy Trinugroho A. | Rabu, 25 Juli 2012 | 11:11 WIB
|
Share:
SBY: Luar Negeri Menilai Lebih ObyektifKOMPAS/RIZA FATHONIPresiden Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, penilaian yang diberikan pihak asing kepada Indonesia bersifat obyektif. Hal yang berbeda terjadi jika penilaian diberikan oleh kalangan di dalam negeri.

"Pujian dari luar negeri obyektif. Mereka tidak punya kepentingan politik," kata Presiden, Rabu (25/7/2012), di Kantor Kejaksaan Agung.

Ia menyampaikan itu ketika membuka rapat koordinasi di Kantor Kejaksaan Agung. Rapat koordinasi juga diikuti Wakil Presiden Boediono.

Menurut Yudhoyono, di Indonesia, apa pun yang dilakukan pemerintah selalu dinilai gagal. "Biarlah analis dan pengamat berkomentar. Nanti rakyat juga akhirnya yang akan menilai," tuturnya.

Indonesia beberapa waktu terakhir dipuji kalangan asing telah menjadi kekuatan ekonomi baru. Indonesia juga sudah dimasukkan dalam G-20, kelompok 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Lembaga pemeringkat asing juga menempatkan Indonesia dalam kategori investment grade, atau negara yang pantas menjadi tujuan investasi.

Kontras dengan itu, sejumlah kalangan di dalam negeri melihat pemerintah tidak berhasil mengentaskan kemiskinan secara signifikan, termasuk pula mengurangi jumlah pengangguran dan mengupayakan pemerataan kesejahteraan.

Editor :
Rusdi Amral