Kamis, 28 Agustus 2014

News / Nasional

JK Jangan Dijadikan Komoditas Pencitraan Parpol

Senin, 23 Juli 2012 | 19:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai politik diminta jangan menjadikan politisi senior Partai Golkar Jusuf Kalla sebagai komoditas untuk pencitraan terkait pengakuan dukungan JK menjadi calon presiden di pemilu 2014. Parpol di luar Partai Golkar diminta serius jika ingin mengusung JK.

"Nama beliau jangan hanya dijadikan komoditi di media massa terutama untuk pencitraan. Saya sebagai kader Partai Golkar agak menantang partai yang menyebut-nyebut nama Pak JK. Ini aset Golkar, kalau mau mencalonkan Pak JK, yah sungguh-sungguh," kata Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (23/7/2012).

Hal itu dikatakan Hajriyanto ketika dimintai tanggapan dukungan kuat dari internal Partai Persatuan Pembangunan agar JK, tokoh eksternal partai diusung sebagai capres. Adapun dari internal PPP, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali satu-satunya tokoh yang didukung kader PPP.

Hajriyanto mencatat bukan hanya PPP yang mengaku tertarik mengusung JK dalam pilpres 2014 . Politisi dari Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai Nasdem juga menyebut hal yang sama. Menurut dia, pengakuan dukungan itu wajar jika melihat reputasi JK selama ini.

"Tapi sampai saat ini Partai Golkar masih memandangannya sebagai wacana dan belum relevan diberi tanggapan, apalagi tanggapan secara kelembagaan. Nanti aja kalau sudah diusung betul. Sebuah partai mengusung capres dan cawapres kan tidak bisa hanya wawancara di media," kata Wakil Ketua MPR itu.

Hajriyanto menambahkan, saat ini tidak ada kekhawatiran di internal Partai Golkar lantaran pengusungan JK itu baru sebatas wacana. Dampak terhadap elektabilitas partai baru akan terlihat ketika JK diusung secara resmi oleh parpol lain. "Kalau sekarang yah terlalu dini. Hanya disebut, bahkan disebut-sebut sambil lalu," pungkas dia.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Tri Wahono