Jumat, 28 November 2014

News / Nasional

Syaifullah dan Puan Pantas Dampingi Ical

Selasa, 17 Juli 2012 | 11:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf dan Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat PDI-P Puan Maharani merupakan dua nama mewakili komponen muda yang pantas mendampingi ke arah pencapresan Ketua Umum DPP Partai Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam Pilpres 2014.

Kedua nama itu dipandang paling representatif untuk menggalang suara pemilih di Jawa Timur sekaligus memiliki basis dukungan politik yang signifikan dari unsur Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan nasionalis.  

Demikian pandangan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan di Jakarta, Selasa (17/7/2012). "Pencalonan Ical perlu menggandeng unsur muda demi keberlangsungan regenerasi kepemimpinan nasional. Nama Syaifullah dan Puan terbilang tepat karena selain pantas juga dapat mengimbangi sosok Ical untuk membangun agenda pemartabatan rakyat khususnya di bidang ekonomi," kata Syahganda saat ditanya tentang tokoh muda yang pantas maju dalam pilpres mendatang.  

Syaifullah dan Puan, menurut Syahganda, tak bisa dipisahkan dari warisan ideologi kerakyatan, mengingat keduanya memang tumbuh dalam semangat pengabdian terhadap rakyat. Syaifullah adalah tipikal anak muda yang dibesarkan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid serta menjadi harapan perjuangan kebangsaan tokoh-tokoh NU. "Apalagi, Syaifullah pernah tampil ke arena nasional sebagai menteri dan memimpin Gerakan Pemuda Ansor, sementara Puan disemangati oleh ideologi Bung Karno yang tak diragukan kecintaannya kepada rakyat," tutur Syahganda.  

Ia menambahkan, baik Syaifullah maupun Puan Maharani tergolong anak muda yang bukan saja mampu secara nasional, melainkan juga memiliki karakter idealisme cukup tinggi untuk menciptakan kemajuan bangsa. Bahkan, bagi Syahganda, kedua nama tersebut bisa melepaskan kesulitan Ical terkait persoalan Lapindo, yang hingga kini dirasakan masih merintangi persiapan pencapresan Ical.

Karenanya, dengan memunculkan Syaifullah atau Puan, akan memudahkan Ical akibat beban berat Lapindo. "Jadi, upaya memunculkan Syaifullah Yusuf dan Puan adalah agenda strategis untuk menyelamatkan Ical dari kemelut Lapindo, di samping keduanya sangat mewakili harapan nasional dan aspirasi masyarakat Jawa Timur," ujarnya.


Penulis: Imam Prihadiyoko
Editor : Rusdi Amral