Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Transportasi Laut

Armada Kapal Padangbai-Lembar Bertambah

Senin, 16 Juli 2012 | 19:10 WIB

SURABAYA,KOMPAS.com- PT Dharma Lautan Utama mulai mengoperasikan armada kapal ke-34, yaitu KM Dharma Kartika I yang dibeli seharga Rp 30 miliar. Kapal ini untuk melayani jalur penyeberangan Padangbai-Lembar (Bali-Lombok) karena arus penumpang dan kendaraan terus meningkat.

Untuk itu pemerintah mendorong agar swasta tertarik melakukan pengadaan kapal laut termasuk kapal penyeberangan untuk menambah kapasitas armada yang ada.

Direktur Utama PT DLU Bambang Harjo mengatakan hal itu di sela-sela peresmian pengoperasian KM Dharma Kartika I di Surabaya, Senin (16/7/2012).

KM Dharma Kartika I untuk menggantikan salah satu dari tiga unit kapal armadanya yang beroperasi di Padangbai (Bali)-Lembar (Lombok/Nusa Tenggara Barat).

KM Dharma Kartika I dioperasikan di jalur Padangbai-Lembar, karena permintaan sangat tinggi, sehingga manajemen DLU melihat peluang untuk segera membeli kapal buatan Jepang pada 1995 itu. Meski bekas, kapal ini sudah melalui proses rekondisi sehingga keadaannya seperti sekarang. KM Dharma Kartika I diperbaiki di DLU Maintenance facility atau PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia --anak perusahaan DLU sektor galangan kapal, sehingga siap beroperasi. Kapal feri ini berkapasitas penumpang 360 orang dan bisa mengangkut 21 unit kendaraan.

Bambang menambahkan, untuk lintasan penyeberangan Padangbai-Lembar, jumlah kapal ada 23 unit, dengan armada yang beroperasi 18 unit kapal berjenis roll on-roll off.

Pada saat musim mudik pada lintas penyeberangan itu akan dioperasikan 20 unit kapal dengan pengaturan waktu sandar yang dimaksimalkan secara efektif, agar jumlah penumpang maupun kendaraan dapat lebih banyak ditampung.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyatakan, pemerintah sangat berkepentingan untuk mendorong kalangan swasta agar terlibat dalam sektor jasa angkutan laut dan ASDP.

Ada perkembangan menarik terkait keberadaan armada feri yang mengalami peningkatan untuk angkutan laut sebanyak 10 unit dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) jenis Ro-Ro sebanyak 22 unit.


Penulis: Agnes Swetta Br. Pandia
Editor : Marcus Suprihadi