Kamis, 24 April 2014

News / Laktasi

Memberi ASI Eksklusif Menurunkan Berat Badan

Kamis, 12 Juli 2012 | 17:12 WIB

Baca juga

KOMPAS.com — Memberikan ASI eksklusif seusai melahirkan sudah banyak diakui bisa menjadi cara mudah untuk membuang kelebihan lemak semasa hamil. Keuntungan lain adalah menekan risiko diabetes dan sederet manfaat kesehatan lainnya, baik untuk ibu maupun bayi.

Dalam International Journal of Obesity, para peneliti menemukan bahwa semakin sering seorang wanita melahirkan, makin tinggi indeks massa tubuh (BMI) mereka. BMI dikatakan normal jika 18,5-24,9, dan dikatakan obesitas bila tingkat BMI 30 atau lebih.

Kirsty Bobrow dan timnya dari Universitas Oxford, Inggris, mengevaluasi informasi dari 740.000 wanita menopause yang terlibat dalam Britain Million Women Study antara tahun 1996 dan 2001. Rata-rata usia mereka adalah 58 tahun. Setiap partisipan diminta untuk melaporkan tinggi, berat, sejarah melahirkan anak, termasuk menjawab pertanyaan seputar menyusui.

Hasil analisa menunjukkan, semakin sering seorang wanita melahirkan, indeks massa tubuh cenderung lebih tinggi. Di antara mereka yang tidak punya anak, rata-rata BMI adalah 25,6 (mengalami sedikit kelebihan berat badan). Sementara wanita yang memiliki empat atau lebih anak, rata-rata BMI-nya 27,2.

Di antara partisipan yang baru melahirkan, 70 persen memberikan ASI dan melakukannya selama rata-rata 7,7 bulan. Peneliti menemukan bahwa selam enam bulan menyusui, rata-rata level BMI 1 persen lebih rendah. Meskipun penurunannya relatif kecil, tapi dampaknya cukup baik.

Para peneliti memiliki beberapa hipotesis tentang mengapa menyusui membantu mengontrol berat badan dalam jangka panjang. Salah satunya adalah tentang apa yang disebut reset hipotesis.

"Menyusui mungkin terlibat dalam pengaturan kembali pusat kontrol berbagai metabolisme dalam otak setelah melahirkan," jelas Bobrow.

 Studi lain menunjukkan, dengan menyusui, lemak tubuh akan lebih banyak terbakar. Tentu saja untuk bisa kembali langsing, menyusui saja tidak cukup. Perhatikan pula pola makan dan aktivitas Anda.


Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: