Senin, 22 Desember 2014

News / Nasional

Megawati: Regenerasi Jangan Dipaksakan

Kamis, 12 Juli 2012 | 05:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengatakan, jangan ada pemaksaan regenerasi kepemimpinan Indonesia mendatang. Menurut Megawati, proses regenerasi harus berjalan alami agar menghasilkan pemimpin yang baik.

"Regenerasi pasti berjalan. Regenerasi itu sifatnya alami. Jangan regenerasi rekayasa," kata Megawati di Jakarta, Rabu (11/7/2012).

Hal itu dikatakan Megawati ketika ditanya proses regenerasi di internal PDIP menghadapi pemilu Presiden 2014 .

Menurut Megawati, jangan ada dikotomi usia atau memaksakan agar tokoh muda maju sebagai pemimpin negara. Dia menyindir banyaknya politisi muda yang tersangkut kasus korupsi belakangan ini.

"Jadi jangan didikotomikan. Regenerasi boleh, tapi alami saja. Regenerasi kalau direkayasa ada unsur pemaksaan," kata mantan Presiden itu.

Senada dikatakan Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait, bahwa regenerasi jangan dipaksakan. Menurut dia, Megawati selaku kletua umum telah memberi ruang kepada kader PDIP untuk maju dalam Pilpres 2014 .

"Pak Pramono Anung, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, saya juga diberi kesempatan tampil. Tapi, kalau disurvei, (elektabilitas) ngga sampai satu persen. Jadi regenerasi jangan dipaksakan," kata Maruarar.

Seperti diberitakan, proses regenerasi di internal PDIP terus dilontarkan suami Megawati, Taufik Kiemas. Dia berharap Megawati tak maju lagi dalam Pilpres dan memberi ruang bagi tokoh muda. Taufik juga berharap partai politik lain melakukan hal yang sama.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo