Selasa, 23 Desember 2014

News / Nasional

Jika Dilanjutkan, Hambalang Perlu Tambahan Anggaran

Selasa, 10 Juli 2012 | 19:40 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, memerlukan tambahan anggaran jika pembangunannya dilanjutkan. Pasalnya, perlu dilakukan perbaikan dengan rekayasa teknologi agar semua bangunan aman digunakan.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja antara Panitia Kerja P3SON Komisi X DPR dan sejumlah pihak di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2012).

Dalam rapat itu hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Surono, Guru Besar Universitas Parahyangan Paulus P Raharjo, pihak konsultan perencana, pelaksana proyek, dan lainnya.

Sebelumnya, dua bangunan di dalam lokasi proyek Hambalang ambruk karena tanahnya ambles. Insiden itu terjadi Kamis 24 Mei 2012 tengah malam setelah hujan deras mengguyur kawasan itu. Akibatnya, pembangunan proyek itu dihentikan sementara.

Paulus mengatakan, perlu dilakukan rekayasa teknologi agar bangunan lain tidak ikut ambles. Perlu dilakukan penataan aliran air tanah ataupun aliran air permukaan sehingga konstruksi, bangunan, dan infrastruktur yang sudah ada tetap aman.

Langkah itu perlu dilakukan lantaran kondisi bebatuan lempung di bawah permukaan tanah dapat lembek jika terkena air. Akibatnya, tanah bisa ambles jika ada beban bangunan di atasnya. Sebaliknya, jika kena panas, batuan itu bisa retak-retak.

Menurut Paulus, jika diperbaiki, bangunan di P3SON aman untuk ditempati. Bahkan, kata dia, umur bangunan bisa bertahan sampai 50 tahun. Namun, perlu tambahan dana untuk memperbaiki itu. Tak disebutkan berapa dana yang dibutuhkan.

Ketua Panja Agus Hermanto mengatakan, pihaknya akan meminta second opinion terlebih dulu  dari pakar Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung mengenai layak atau tidaknya proyek itu dilanjutkan. Setelah itu, Panja akan mengambil keputusan mengenai kelanjutan proyek itu.

Adapun mengenai anggaran, kata dia, akan dibicarakan setelah itu. "Anggaran merupakan pembicaraan lebih lanjut," kata Agus.

Anggota Panja dari Fraksi PDI-P Dedi Gumilar mengatakan, saat ini P3SON dalam posisi dilematis. Pasalnya, jika tidak dilanjutkan, anggaran yang sudah dikucurkan senilai Rp 675 miliar akan mubazir. "Kalau diteruskan, tambah biaya," kata Dedi. Jika tak ada tambahan biaya, perampungan proyek itu masih memerlukan dana Rp 578 miliar.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Tri Wahono