Rabu, 17 September 2014

News /

IMF Sedang Butuh Bantuan

Selasa, 10 Juli 2012 | 02:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, posisi Indonesia saat ini sebagai pihak yang lebih mampu. IMF membutuhkan bantuan. Indonesia yang anggota G-20 patutlah memberi pinjaman kepada IMF.

Pemberian pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dianggap sebagai bentuk perhatian terhadap dunia internasional yang sedang mengalami persoalan ekonomi.

Hal itu disampaikan Hatta kepada pers di Jakarta, Senin (9/7). ”Tahun 1998, IMF datang ke sini, waktu itu posisi Indonesia lemah. Sekarang Indonesia tempatnya di atas (dibandingkan dengan IMF). Jadi, oke, apa yang bisa kami beri pemikiran? Setelah melihat ini, terus kita bicarakan apa yang akan dilakukan,” ujarnya.

Menurut Hatta, saat ini ekonomi global sedang memburuk, terutama Eropa. Kalau ekonomi memburuk, terjadi penciutan, permintaan menurun, konsumsi dan daya beli masyarakat juga melemah. Akibatnya, negara lain akan terkena imbas, termasuk Indonesia.

”Kita tidak ingin itu terjadi. Karena itu, IMF butuh dana 430 miliar dollar AS. Negara-negara lain sudah memberikan. Indonesia, sebagian dari G-20, mampu tidak kita kalau ditanya? Ya, mampu. Jadi, patutlah kita beri perhatian ke perekonomian dunia yang sedang alami persoalan. Kalau kita biarkan, nanti kita dibiarkan orang juga. Kalau kita biarkan ekonomi dunia melemah, kita akan kena dampaknya pula,” ujarnya.

Hatta melanjutkan, kalau dulu ada persyaratan saat meminjam kepada IMF, saat ini kalau sebagai pihak yang meminjamkan juga punya syarat yang sama. ”Kita bisa bilang jangan dihabisi untuk Eropa, dong, bantu pula rakyat di Afrika (negara lain), kan, bisa begitu,” ujar Hatta, yang enggan menyebut nilai pinjaman dengan alasan tidak mau mendahului Presiden.

Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat menyatakan, Direktur Eksekutif IMF Christine Lagarde memuji ekonomi Indonesia saat ini yang berada dalam kondisi baik dan mampu mendorong pertumbuhan dengan cepat. Namun, IMF tetap mengingatkan adanya kemungkinan dampak krisis yang bisa menerpa Indonesia ke depan.

”Secara keseluruhan, IMF memuji ekonomi Indonesia. Lagarde menyampaikan, ekonomi Indonesia solid dan encouraging, situasi yang sangat baik dan mendorong pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Yopie.

Menurut dia, Lagarde menyampaikan sedikit kajian tentang ekonomi Indonesia yang menunjukkan tren positif. ”Memang, dalam istilah dia, ada mendung di depan kita dan ada kemungkinan krisis, tetapi diharapkan krisis tidak jatuh atau mengenai Indonesia,” katanya.

”Mendung itu lebih karena faktor eksternal yang perlu lebih diwaspadai bersama,” imbuhnya.

Dalam pertemuan antara Boediono dan Lagarde itu tidak disinggung mengenai pinjaman dari Indonesia kepada IMF. ”Kami tidak pernah berbicara tentang uang,” kata Lagarde saat ditanya wartawan.

Bahkan, menurut Yopie, Wapres juga tidak menyampaikan pandangan mengenai pinjaman kepada IMF. (WHY/WER/IDR)


Editor :