Selasa, 16 September 2014

News / Nasional

Moeslim Abdurrahman, Intelektual Besar Setelah Gus Dur

Sabtu, 7 Juli 2012 | 12:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Moeslim Abdurrahman (almarhum) adalah cendekiawan Muslim penting bagi bangsa Indonesia. Wafatnya intelektual ini menyisakan duka bagi bangsa Indonesia.

"Almarhum adalah intelektual besar Indonesia nomor dua setelah Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), yang bisa menjelaskan persoalan-persoalan rumit kepada kita dengan cara yang sangat sederhana, bahkan sering dengan guyonan," kata Adhie M Massardi, juru bicara Gus Dur saat menjadi Presiden RI, di Jakarta, Sabtu (7/7/2012).

Sebagaimana diberitakan, Moeslim Abdurahman (64) wafat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2012) sekitar pukul 19.00 WIB. Jenazah dimakamkan di pemakaman Sandiego Hills di Karawang, Jawa Barat, Sabtu siang ini, setelah shalat zuhur.

Adhie teringat betapa cakap Moeslim berbicara soal demokrasi. Dalam menjelaskan perkembangan demokrasi kita yang makin ruwet dan korup, misalnya, almarhum menerangkan dengan kalimat, "Dalam situasi seperti (demokrasi) sekarang ini, jumlah kepala jauh lebih penting dibandingkan dengan isi kepala...!"

Adhie M Massardi mengaku cukup dekat dengan almarhum. "Saya bersahabat karena almarhum sahabat Gus Dur. Almarhum salah satu dari sedikit orang yang sering dipuji Gus Dur, dan bisa mengimbangi guyonan politiknya," katanya.


Penulis: Ilham Khoiri
Editor : Rusdi Amral