Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Regional

Mendarat di Palu, Tangan Bupati Buol Diborgol

Jumat, 6 Juli 2012 | 13:56 WIB

Terkait

PALU, KOMPAS.com — Bupati Buol Amran Batalipu akhirnya tiba di Bandar Udara Mutiara Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (6/7/2012). Pesawat Expres Air tiba di Bandar Udara Mutiara sekitar pukul 11.45 WIT. Amran langsung digiring ke ruangan VIP Bandar Udara Mutiara, Palu, Sulawesi Tengah.

Amran terlihat dibawa oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tangan terborgol. Sore ini, dipastikan Amran akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat Lion Air. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari tim KPK terkait penangkapan Amran. Namun, keluarga Amran Batalipu, Is Bakulu, mengaku kecewa atas penangkapan yang dilakukan KPK.

Amran dibawa dari Buol menuju Tolitoli dengan mengendarai mobil Toyota Innova, lalu diterbangkan ke Palu. Di Tolitoli, ia sempat dibawa ke Kantor Kepolisian Resor Tolitoli dengan hanya mengenakan baju kaus dan sarung. Ketika tiba di bandara, Amran terlihat memakai kaus berwarna krem bercorak kotak-kotak dan celana panjang berwarna coklat muda.

Bupati Buol Amran Batalipu yang juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Buol ini ditangkap pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIT di rumah pribadinya, di Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, Amran sempat lolos ketika KPK melakukan tangkap tangan saat ia akan menerima suap dari PT Citra Cakra Murdaya, anak perusahaan PT Hardaya Inti Plantation, milik pengusaha nasional Hartati Murdaya. Penyuapan ini dilakukan direksi terkait permintaan pembebasan lahan di luar hak guna usaha PT CCM seluas tidak kurang dari 4.486 hektar.


Penulis: Kontributor Palu, Erna Dwi Lidiawati
Editor : Glori K. Wadrianto