Senin, 1 September 2014

News / Nasional

Dalam 6 Bulan, Kejagung Tangkap 24 Buron

Rabu, 4 Juli 2012 | 22:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terhitung sejak bulan Januari hingga Juni 2012, tim satuan tugas intelejen Kejaksaan Agung berhasil menangkap 24 buron. Hingga kini Kejagung masih memburu buronan lain.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelejen (Jamintel) Edwin P Situmorang mengatakan, keberhasilan timnya berkat laporan masyarakat. Menurutnya, tanpa laporan masyarakat, secanggih apa pun peralatan yang dimiliki tidak akan berguna. "Banyak faktor-faktor yang mendukung. Yang pertama, tentu laporan masyarakat yang begitu ikut berpartisipasi dalam mendukung kejaksaan, yang terutama itu," ujarnya di Kantor Kejagung, Rabu (4/7/2012).

Selain itu pada kemampuan timnya, dibantu dengan peralataan yang dimiliki intelejen seperti alat sadap. Menurut Edwin, timnya juga telah bekerja selama 24 jam. Buronan kasus-kasus korupsi yang berada di daerah pedalaman mampu ditemukan tim satgas intelijen. Salah satu buron yang ditangkap itu adalah mantan Kepala Bidang Komersil Perum Bulog Riau, Muhammad Safei Matondang, yang ditangkap di kawasan Pancoran Jakarta Selatan, Minggu (17/6/2012). Buronan korupsi tersebut telah merugikan negara senilai Rp 9,3 miliar.

Kejagung juga menangkap Okyanita Kahimpong, terpidana kasus penggelapan Rp 103 miliar. Okyanita masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Ia ditangkap di Jalan Rungkut Majoyo Utara Blok A1 Nomor 4, Surabaya, pada Selasa (26/6/2012). Malam harinya, Kejagung berhasil menangkap Zulbuchari, terpidana kasus korupsi antara Perum Bulog Riau dan PT Rezki Cipta Ilahi di Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kasus tersebut kerugian negara mencapai Rp 9 miliar.

Edwin mengatakan, masih banyak buronan yang belum tertangkap. Edwin mengaku timnya akan berusaha menangkap buronan lain. "Sebanyak-banyaknya (tangkap buron). Sepanjang ada buron kejaksaan kita, intel akan lakukan (penangkapan)," ujarnya.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Laksono Hari W