Rabu, 4 Juli 2012

News

230 Perusahaan Diduga Cemari Citarum

  • Penulis :
  • Mukhamad Kurniawan
  • Rabu, 4 Juli 2012 | 16:41 WIB
Limbah campuran, antara limbah pabrik tekstil dan rumah tangga mengalir ke Sungai Citarum di wilayah Majalaya, Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/3/2011). | RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS IMAGES

PURWAKARTA, KOMPAS.com — Sedikitnya 230 perusahaan di sekitar aliran Sungai Citarum diduga mencemari sungai terpanjang di Jawa Barat itu. Pelaku membuang limbah sehingga memperburuk kualitas air.

Direktur Pengelolaan Air Perum Jasa Tirta (PJT) II Herman Idrus mengatakan, jumlah itu berdasarkan temuan tim monitoring PJT II di sepanjang Daerah Aliran Sungai Citarum dari hulu di Gunung Wayang, Kabupaten Bandung, hingga hilir di Laut Jawa di perbatasan Kabupaten Karawang dan Bekasi.

Herman menambahkan, kualitas air di sebagian besar dari 34 titik pantau menunjukkan bahwa air mengandung chemical oxygen demand melebihi ambang baku mutu. Kondisi itu berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

"Sebanyak 230 perusahaan itu yang kebetulan terpantau oleh tim monitoring. Ada kemungkinan jumlahnya lebih besar lagi. Temuan itu telah kami sampaikan ke instansi berwenang, seperti badan pengelola lingkungan hidup, baik tingkat provinsi, kota dan kabupaten, maupun pusat untuk ditindaklanjuti," tutur Herman, Rabu (4/7/2012), di Purwakarta.

Hasil evaluasi pemantauan kualitas air oleh PJT II, ditemukan zat kimia seperti Zn, Fe, NH3-N, NO2N, H2S, dan Mn. "Limbah organik dan anorganik dari rumah tangga juga tak kalah jumlahnya. Sungai Citarum sudah tak mampu lagi menopang aktivitas manusia di atasnya," kata Herman.

Editor : Nasru Alam Aziz