Sabtu, 1 November 2014

News / Nasional

Anas Pasti Kembali Penuhi Panggilan KPK

Selasa, 3 Juli 2012 | 20:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dipastikan akan kembali memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (4/7/2012) besok. Anas akan kembali diperiksa terkait penyelidikan proyek pusat pelatihan olahraga di Hambalang, Jawa Barat.

Kepastian soal kehadiran Anas ini disampaikan salah satu pengacaranya, Firman Wijaya. "Saya menjamin Pak Anas selalu menghormati proses hukum penyelidikan KPK dan siap saja memenuhi panggilan," kata Firman melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Selasa (3/7/2012).

Pemeriksaan Anas besok merupakan lanjutan pemeriksaan yang dilakukan KPK pada Rabu (27/6/2012) pekan lalu. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, keterangan Anas sama pentingnya dengan penyampaian pihak-pihak lain yang juga diperiksa terkait penyelidikan Hambalang ini. Namun, Johan belum tahu informasi apa yang akan dikonfirmasi penyelidik KPK ke Anas.

Menurut Johan, pada pemeriksaan pekan lalu, KPK memeriksa Anas untuk mengklarifikasi informasi-informasi yang diterima penyelidik baik dari Muhammad Nazaruddin maupun Ignatius Mulyono. Kepada penyelidik, kedua orang itu menyebut keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang.

Seusai diperiksa pekan lalu, Anas mengaku ditanya penyelidik KPK soal penerbitan sertifikat tanah Hambalang yang bermasalah sebelumnya. "Saya ditanya soal apakah betul saya memerintahkan Pak Mulyono mengurus sertifikat. Saya jawab, saya tidak pernah memerintahkan mengurus sertifikat," kata Anas di Gedung KPK saat itu.

Ignatius pernah mengaku kepada penyelidik KPK bahwa dirinya diminta Anas mengurus sertifikat tanah Hambalang. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat ini diminta menghubungi Kepala Badan Pertanahan Nasional (sekarang mantan) Joyo Winoto untuk memuluskan kepengurusan sertifikat Hambalang. Informasi senada disampaikan Nazaruddin ke penyelidik KPK. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mengungkapkan bahwa sertifikat lahan Hambalang kemudian disampaikan ke tangan Anas lalu diberikan ke Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam oleh Mahfud Suroso.

Anas membantah keterlibatan dirinya dalam proyek Hambalang. Anas yang pernah menjadi anggota Komisi X DPR yang bermitra dengan Kemenpora tersebut mengaku tidak tahu soal proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut.

Terkait penyelidikan kasus ini, KPK telah memeriksa sekitar 70 orang. Johan mengatakan, KPK masih mendalami hasil pemeriksaan tersebut. Pekan ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan pihak-pihak lain.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Laksono Hari W