Selasa, 21 Oktober 2014

News / Nasional

Hercules Australia

TB Hasanuddin: Lebih Baik Membeli daripada Hibah

Senin, 2 Juli 2012 | 21:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDI-P TB Hasanuddin mempertanyakan makna pemberian hibah empat pesawat angkut militer jenis Hercules C-130/H dari Pemerintah Australia. Pesawat tersebut diserahterimakan dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Darwin.

Hasanuddin melihat ada banyak kejanggalan yang terjadi sepanjang proses pemberian hibah dari Negeri Kanguru itu.

Menurut Hasanuddin, tawaran hibah dari Australia pernah disampaikan Kementerian Pertahanan pada pertengahan tahun 2011. Informasi itu disampaikan ke DPR lantaran proses hibah memerlukan persetujuan alokasi anggaran.

"Keempat pesawat yang akan dihibahkan itu masih harus diperbaiki sehingga butuh dana. Dana perbaikan yang diperlukan sebesar 60 juta dolar AS atau 15 juta dolar AS per pesawat," kata Hasanuddin, Senin (2/7/2012) di Jakarta.

Saat itu, Komisi I menyanggupi karena melihat TNI memang sangat membutuhkan tambahan pesawat angkut personel tadi. Namun beberapa bulan kemudian Kemhan, melapor lagi kalau hibah dibatalkan oleh pihak Australia. Namun demikian, pada awal tahun 2012 pemerintah melalui Kemhan kembali menyampaikan bahwa hibah empat pesawat angkut personel tadi kembali ditawarkan oleh Australia.

Keempat pesawat itulah yang diserahkan kepada Presiden Yudhoyono dalam kunjungannya kali ini ke Australia. Akan tetapi, kata Hasanuddin, pada saat yang sama Australia juga menawarkan penjualan sembilan unit pesawat sejenis dengan harga rata-rata per unit sama dengan harga pesawat hibah.

"Lantas apa maknanya memberi hibah? Harga yang dibayarkan toh sama. Kenapa kita tidak membeli saja 10 unit, misalnya. Dengan membeli kan harga diri kita sebagai bangsa dan negara berdaulat terjaga," tutur Hasanuddin.

Terkait masalah itu, Hasanuddin menyatakan dalam waktu dekat akan meminta penjelasan dari pemerintah secara resmi di Komisi I.


Penulis: Wisnu Dewabrata
Editor : Nasru Alam Aziz