Senin, 22 Desember 2014

News / Lansir

Arkeolog Belanda yang Berjasa

Senin, 2 Juli 2012 | 12:15 WIB

SIAPA tak kenal PV van Stein Callenfels? Ia adalah ahli arkeologi Belanda yang sangat berjasa pada perkembangan dunia arkeologi di Indonesia. Namanya sebagai seorang orientalis dan ahli purbakala sangat terkenal di kalangan ilmuwan.

Konon, ia memulai kariernya sebagai pegawai kontrolir di daerah Banten, tapi karena sifatnya yang keras, hal itu sering membuat dirinya dalam keadaan sulit sehingga ia memutuskan untuk keluar dari dinas kontrolir lalu menekuni ilmu arkeologi.

Ternyata pilihannya tidak salah karena ia segera menjadi pakar arkeologi yang disegani para ilmuwan dalam dan luar negeri. Dengan sifat keras dan kepribadiannya yang bebas, banyak cerita menarik dari seorang PV van Stein Callenfels. Mau tahu beberapa di antaranya?

Salah satu cerita berkenaan dengan sifat dan kepribadian yang kuat serta prinsipnya sebagai ilmuwan yang tidak mau dibatasi dalam kebebasan berpikir dan berperilaku, dikisahkan oleh Dr Mr Ide Anak Agung Gde Agung dalam bukunya "Kenangan Masa Lampau Zaman Kolonial Hindia Belanda dan Zaman Pendudukan Jepang di Bali." Menurut cerita; Pada suatu waktu, ada kunjungan dari Gubernur Jenderal Filipina (yang masih menjadi jajahan Amerika) ke Bali.

Van Stein Callenfels yang waktu itu sedang mengadakan ekskavasi (penggalian) stupa-stupa di Tampaksiring, diperintahkan oleh Gubernur Hindia Belanda untuk memperlihatkan sesuatu yang ajaib sebagai hasil ekskavasinya dengan maksud agar kunjungan itu menjadi lebih menarik dan mengesankan. Maka, ia dengan patuh segera menyiapkan segala sesuatu.

Ketika tiba harinya, Gubernur Jenderal Filipina itu datang ke tempat ekskavasi dengan rombongan besar, termasuk Residen Bali dan Lombok untuk menyaksikan pembukaan kuburan kuno yang katanya berisi stupa purbakala. Tapi alangkah terkejutnya para pejabat itu ketika sampai ditempat, karena yang mereka lihat bukan stupa-stupa kuno hasil ekskavasi, melainkan stupa buatan yang dihiasi bendera Amerika Serikat!

Tentu saja perbuatan itu sengaja dilakukannya untuk mengejek Gubernur Jenderal dan menandaskan bahwa seorang ilmuwan tidak dapat diperintah seenaknya saja untuk mengkhianati profesinya, bahkan oleh seorang penguasa setinggi Gubernur Jendral Hindia Belanda sekalipun.

Cerita unik lainnya adalah kesukaan van Stein Callenfels akan babi guling. Cara melahap babi guling tersebut diselingi berbotol-botol bir yang tidak terhitung jumlahnya. Ia dapat menghabiskan seekor babi guling seorang diri! (YOI, 1993).

(Lily Utami, pemerhati sejarah dan budaya)

 


Editor : Pingkan