Jumat, 19 Desember 2014

News / Nasional

HUT Polri

Polwan Terjun Payung Hingga Kendarai Motor Gede

Minggu, 1 Juli 2012 | 17:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beragam atraksi meramaikan Hari Bhayangkara ke 66 di lapangan Markas komando Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Minggu (1/7/2012). Mulai dari atraksi terjun payung hingga atraksi mengendarai motor gede ditampilkan oleh para polisi wanita.

Penampilan dimulai dari atraksi terjun payung dari Polri dan TNI. Puluhan parasut warna-warni menghiasi langit di kawasan Depok. Tak hanya pria, penerjun payung diikuti oleh beberapa wanita. Atraksi dipimpin oleh penerjun payung wanita yakni Komisaris Besar Dede Rahayu. Penerjun payung berprestasi, Briptu Martha juga turut memperlihatkan kemampuannya. Marta pernah maraih juara ketepatan terjun di Manado pada 2011.

Penerjun wanita lainnya adalah Brigadir Satu Hermin Dwi Hermina, dan anggota Kopassus, Maria Melda. Aksi para wanita ini pun mengundang kagum para hadirin dan undangan, termasuk di antaranya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beserta Ibu Negara, Wakil Presiden Boediono, serta jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.

Aksi terjun payung diakhiri oleh pembawa bendera raksasa Tribrata. Bendera Merah-Putih pun berkibar di udara dengan indahnya. Tamu undangan tak berhenti bertepuk tangan saat 20 penerjun payung perlahan berturut-turut mendarat dengat tepat di tengah lapangan itu.

Motor Gede

Polisi-polisi wanita kembali unjuk gigi dalam memeriahkan ultah Polri tersebut. Usai atraksi terjun payung, Pasukan Berigade Motor Polisi Wanita membuat formasi di lapangan menggunakan motor gede atau biasa disingkat Moge. Pasukan dipimpin oleh AKP Neti Rosita yang mengendarai motor besar berwarna pink yang sukses beraksi dengan berdiri dan tidur di motor, meski  dua pengendara sempat terjatuh saat itu.

Motor sebesar 1700 cc dengan berat 590 kg terlihat gagah dikendarai para polisi wanita ini. Bahkan pasukan yang berdiri pada 2004 ini pernah meraih rekor dunia sebagai satuan pengawal wanita pertama di Indonesia dan dunia pada 2009. Rencananya pada Agustus 2012 pasukan ini akan membuat rekor dunia baru yaitu formasi putaran arah terkecil di dunia.

Hadirin dan tamu undangan makin terpukau saat pasukan bermotor gede tersebut melakukan formasi "baling-baling" dengan berpindah tempat. Mereka berputar dengan gerakan seirama mengelilingi lapangan dengan kecepatan rendah. Dalam formasi ini, dibutuhkan kekompakan dan pengendalian emosi.

Acara ditutup dengan penampilan tarian kolosal menggunakan pakaian daerah dan polisi yang diikuti oleh para Polisi Cilik Indonesia. Tarian Kolosal menggambarkan kemitraan Polri dengan para stakeholder dan segenap lapisan masyarakat. Memperlihatkan sisi humanis serta elegan dari wajah Kepolisian Republik Indonesia masa kini.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Erlangga Djumena