Minggu, 21 September 2014

News /

Raden Saleh, Penyumbang Museum Nasional

Sabtu, 30 Juni 2012 | 14:00 WIB

Terkait

KOMPAS.com — Mungkin tidak banyak yang tahu kalau Raden Saleh banyak bergerak di bidang ilmiah. Ketika pada tahun 1851 di Delft (Belanda), berdiri KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde atau Institut Kerajaan untuk Linguistik dan Ilmu Bangsa-Bangsa), Raden Saleh menjadi anggota pertama dan anggota donor.

Tahun 1865, Raden Saleh mengajukan permohonan izin dan dukungan dari pemerintah kolonial untuk melakukan perjalanan budaya keliling Pulau Jawa. Menurutnya, perjalanan semacam ini bisa digunakan untuk mencari benda-benda arkeologi dan manuskrip yang masih dimiliki oleh keluarga-keluarga pribumi. Minat Raden Saleh demikian besar karena dia banyak bergaul dengan orang-orang Bataviaasch Genootschaap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW), cikal bakal Museum Nasional.

Beberapa bulan kemudian, Raden Saleh mulai melakukan pekerjaan ekskavasi untuk mencari fosil-fosil. Situs itu berlokasi di Banyunganti, Kabupaten Sentolo, Jawa Tengah. Raden Saleh mendapatkan sebuah tulang belakang sepanjang 18 kaki, lengkap dengan tulang-tulang rusuk. Sejumlah gigi dari binatang yang sama juga ditemukan. (Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie & Nasionalisme, 2009).

Pada lokasi ekskavasi kedua di Kalisono, sekitar 11 kilometer dari lokasi pertama, dia menemukan bagian kepala, sejumlah tulang rusuk, tiga gigi, dan siput laut. Di lokasi ketiga yang sulit, Raden Saleh menemukan dua tulang sendi. Di lokasi keempat, Gunung Plawangan, fosil yang ditemukan berupa dua persendian dan satu gigi. Semua fosil temuan Raden Saleh dikirim ke Batavia.

Raden Saleh juga membawa sejumlah besar koleksi arkeologi dari logam dan benda-benda etnografi. Benda-benda itu kemudian dipamerkan oleh Dewan BGKW. Karena sumbangannya dianggap luar biasa, maka Raden Saleh diangkat menjadi anggota kehormatan BGKW. Dia adalah orang pribumi pertama yang mendapat kehormatan itu. Raden Saleh menghadiahkan sebuah tombak antik, dua senjata, dan dua prasasti logam. Ternyata, Raden Saleh merupakan penyumbang terbesar Museum Nasional. Sayang, dia meninggal pada 23 April 1880 di Bogor.

(Djulianto Susantio, Pemerhati Sejarah dan Budaya)

 


Editor : Pingkan