Sabtu, 19 April 2014

News / Nasional

Ical: Akbar Tandjung Bukan Musuh

Sabtu, 30 Juni 2012 | 07:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical mengaku, dirinya dan tokoh senior Partai Golkar, Akbar Tandjung, tidak pernah bermusuhan terkait pengusungan calon presiden dari Partai Golkar. Ical menyinggung pemberitaan luas di media menjelang Rapat Pimpinan Nasional III tentang perbedaan pandangan Akbar menyangkut pencalonan dirinya sebagai calon presiden (capres).

"Perbedaan ini bukan sebuah sikap permusuhan. Justru sebaliknya, itu mencerminkan dinamika internal yang sehat dilandasi oleh kecintaan tulus pada partai kita," kata Ical dalam pidatonya seusai penetapan dirinya sebagai capres dalam Rapat Pimpinan Nasional III (Rapimnas III) di Bogor, Jumat (29/6/2012) malam.

Hadir dalam rapimnas itu, Akbar Tandjung, para petinggi, pengurus pusat dan daerah, serta pengurus organisasi massa pendiri Partai Golkar dan yang didirikan Partai Golkar. Ical menilai, Akbar Tandjung adalah tokoh Partai Golkar yang berhasil mempertahankan kebesaran partai. Dia yakin, semua unsur di internal Partai Golkar ke depan akan harmonis dan bekerja keras bersama untuk pemenangan pemilu legislatif dan Pemilu 2014.

Seperti diberitakan, Akbar Tandjung sempat tidak mendukung pencalonan Ical sebagai capres. Dia mempertanyakan percepatan Rapimnas. Lazimnya, rapimnas setiap tahun digelar bulan Oktober.

Selain itu, Akbar meminta agar partai tidak mengabaikan popularitas tokoh senior Partai Golkar, yaitu Jusuf Kalla alias JK. Terlebih lagi, Akbar mengatakan, JK sudah berulang kali menyatakan kesanggupannya untuk maju sebagai capres. Bahkan, setelah Ical disahkan menjadi capres, Akbar masih melontarkan ucapan bahwa pencalonan presiden bisa berubah. Pasalnya, capres dan calon wakil presiden tidak bisa berubah setelah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Dalam politik, kita tidak bisa buat proyeksi yang fix, yang pasti," kata Akbar saat ditemui sela-sela Rapimnas.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Latief