Rabu, 22 Oktober 2014

News / Nasional

Pilpres 2014

Ical Resmi Menjadi Capres Golkar

Jumat, 29 Juni 2012 | 22:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical resmi ditetapkan menjadi calon presiden dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang. Penetapan itu dilakukan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke III Partai Golkar di Bogor, Jumat (20/9/2012) malam.

Awalnya, Tim 21 meminta kesediaan Ical menjadi capres. Tim tersebut berisi 21 kader Golkar yang mewakili pengurus pusat, daerah, organisasi masyarakat pendiri Golkar maupun yang didirikan Golkar. Permintaan itu dilakukan di kediaman Ical di Villa Tirta, Bogor.

Permintaan kesediaan itu disebut berdasarkan keputusan Rapimnas II tahun 2011 serta aspirasi internal partai dan masyarakat. Hasil pertemuan itu lalu dilaporkan dalam sidang Rapimnas.

"Berdasarkan pertanyaan tim, saudara Aburizal Bakrie, Ketua Umum DPP Partai Golkar, telah menyatakan kesediaannya menjadi calon presiden dari Partai Golkar dalam pemilu presiden 2014," kata salah satu pengurus Golkar dalam laporannya.

Laporan itu disambut riuh tepuk tangan ratusan kader. Laporan itu dilanjutkan dengan pengesahan dan penetapan Ical sebagai capres. Dalam pidatonya malam ini, Ical kembali mengulangi kesediaannya maju sebagai capres.

"Mulai hari ini, saya nyatakan saya siap maju dalam kandidat calon presiden," kata Ical disambut riuh tepuk tangan.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung menilai penetapan capres tidak bisa berubah setelah didaftarkan dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum. Sebelum itu, pencalonan bisa saja berubah.

Kepastian capres, menurut Akbar, nantinya tergantung elektabilitas Ical. Selain itu, yang terpenting adalah hasil pemilu legislatif, apakah Golkar bisa mengusung capres dan cawapres sendiri atau tidak. Pasalnya, parpol harus mendapat 20 persen kursi di parlemen atau 25 persen perolehan suara sah nasional untuk mengusung pasangan sendiri.

"Dalam politik kita tidak bisa buat proyeksi yang fix, yang pasti," kata Akbar.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Latief