Anas: Saya Tak Tahu Proyek Hambalang - Kompas.com

Anas: Saya Tak Tahu Proyek Hambalang

Icha Rastika
Kompas.com - 27/06/2012, 18:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku tidak tahu soal proyek Hambalang Kementerian Pemuda dan Olahraga, meskipun dia pernah menjadi anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat yang bermitra dengan Kemenpora. Hal tersebut diungkapkan Anas seusai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi selama kurang lebih tujuh jam, Rabu (27/6/2012).

"Apakah saya tahu soal Hambalang, saya jelaskan saya tidak tahu apa dan bagaimana proyek Hambalang," kata Anas di gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Anas diperiksa terkait penyelidikan proyek Hambalang. Menurut Anas, pertanyaan tersebut ditanyakan penyidik KPK kepadanya selama pemeriksaan. Selain itu, Anas juga mengaku dikonfirmasi apakah benar dirinya memerintahkan anggota Komisi II DPR, Ignatius Mulyono untuk mengurus sertifikat tanah Hambalang yang bermasalah.

Ignatius sebelumnya mengaku diperintah Anas menghubungi Kepala Badan Pertanahan Nasional, Joyo Winoto (sekarang mantan) untuk mempercepat proses penyelesaian sengketa lahan Hambalang. Menurut Anas, dirinya selaku ketua fraksi Partai Demokrat saat itu tidak pernah memerintahkan Ignatius mengurus sertifikat.

"Kemudian ditanyakan apakah betul saya memerintahkan Pak Mulyono untuk mengurus sertifikat, saya jawab, saya tidak pernah perintahkan," ungkapnya.

Selain soal sertifikat Hambalang, Anas mengaku diajukan pertanyaan mengenai tugasnya sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR saat itu. Kepada penyidik KPK, dia mengaku menjelaskan soal pengelolaan atau manajemen partai secara keseluruhan, termasuk soal pengelolaan keuangan partai, masukan keuangan partai, laporan pertanggungjawabannya, auditnya, hingga kewajiban partai ke Komisi Pemilihan Umum (KPK).

Demikian juga soal struktur Partai Demokrat mulai dari dewan pembina dan dewan pimpinan pusat (DPP) yang terdiri dari posisi ketua umum, sekretaris jendral, bendahara, kepala bidang-bidang, dan departemen-departemen.

KPK memeriksa Anas terkait penyelidikan proyek Hambalang. Pemeriksaan Anas ini merupakan yang pertama kali. Keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang pertama kali diungkapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dalam sejumlah kesempatan.

Nazaruddin mengatakan kalau Anas lah yang mengatur proyek tersebut. Mantan anggota DPR itu bahkan menyebut hasil korupsi proyek itu digunakan Anas untuk biaya pemenangannya dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010. Hari ini, Anas kembali membantah ada aliran uang PT Adhi Karya selaku rekanan proyek Hambalang ke Kongres di Bandung.

"Tidak ada itu, itu cerita mati, halusinasi," ujarnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisIcha Rastika
    EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

    Terkini Lainnya

    SMK Muhammadiyah 1 Depok Gelar Nobar Film G30S/PKI

    SMK Muhammadiyah 1 Depok Gelar Nobar Film G30S/PKI

    Megapolitan
    Pemilih Indonesia Secerdas Pemilih Amerika Serikat

    Pemilih Indonesia Secerdas Pemilih Amerika Serikat

    Nasional
    Anjing Pelacak Dikerahkan untuk Selidiki Perampokan di Rumah Pejabat Sukabumi

    Anjing Pelacak Dikerahkan untuk Selidiki Perampokan di Rumah Pejabat Sukabumi

    Regional
    Sempat Ditunda, Sidang Perdana Praperadilan Setya Novanto Digelar Rabu Pagi

    Sempat Ditunda, Sidang Perdana Praperadilan Setya Novanto Digelar Rabu Pagi

    Nasional
    Apakah 'Win-win Solution' Cara Terbaik Akhiri Masalah Novel Baswedan dan Aris Budiman?

    Apakah "Win-win Solution" Cara Terbaik Akhiri Masalah Novel Baswedan dan Aris Budiman?

    Nasional
    Berita Populer: Jaminan Ketersediaan Blanko E-KTP hingga Suu Kyi yang Buka Suara

    Berita Populer: Jaminan Ketersediaan Blanko E-KTP hingga Suu Kyi yang Buka Suara

    Nasional
    Pemilik Pabrik Obat yang Digerebek Polisi Klaim Produknya Laris di Indonesia

    Pemilik Pabrik Obat yang Digerebek Polisi Klaim Produknya Laris di Indonesia

    Regional
    Untuk Koordinasi dan Supervisi, Ketua KPK Harap Penyidik dari Polri Berpangkat Kompol

    Untuk Koordinasi dan Supervisi, Ketua KPK Harap Penyidik dari Polri Berpangkat Kompol

    Nasional
    Kesal Menunggu Lama, Pengungsi Myanmar Bakar Bank di Melbourne

    Kesal Menunggu Lama, Pengungsi Myanmar Bakar Bank di Melbourne

    Internasional
    Hujan dan Awan Tebal Landa Sebagian Wilayah di Jabodetabek Hari Ini

    Hujan dan Awan Tebal Landa Sebagian Wilayah di Jabodetabek Hari Ini

    Megapolitan
    Densus Tipikor Dipimpin Jenderal Bintang Dua dengan 500 Personel

    Densus Tipikor Dipimpin Jenderal Bintang Dua dengan 500 Personel

    Nasional
    Satu Lagi, Tersangka Pelaku Peledakan di London Dibekuk di Wales

    Satu Lagi, Tersangka Pelaku Peledakan di London Dibekuk di Wales

    Internasional
    Hak Atas Tempat Tinggal yang Layak, Punya Rumah Sendiri atau Sewa?

    Hak Atas Tempat Tinggal yang Layak, Punya Rumah Sendiri atau Sewa?

    Megapolitan
    Korban Gempa Terus Bertambah, Sudah 106 Orang Tewas di Meksiko

    Korban Gempa Terus Bertambah, Sudah 106 Orang Tewas di Meksiko

    Internasional
    UU Perlindungan Anak Dinilai Ganggu Independensi Jaksa

    UU Perlindungan Anak Dinilai Ganggu Independensi Jaksa

    Nasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM