Selasa, 29 Juli 2014

News / Nasional

Dugaan Korupsi

Menag: Terlalu, Jika Pengadaan Al Quran Dikorupsi

Rabu, 27 Juni 2012 | 06:31 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com -- Menteri Agama Suryadharma Ali terkaget-kaget dan prihatin dengan munculnya dugaan korupsi pengadaan Al Quran di kementerian yang dipimpinnya. Untuk itu, dia membentuk tim investigasi internal demi menyelidiki kebenarannya.

"Jika memang ada, itu terlalu sekali, kitab suci menjadi target korupsi oleh pihak-pihak yang melakukan pengadaan. Namun, jika tidak ada yang salah, tolong dijelaskan, dan pulihkan nama baik dan harga diri Kementerian Agama," kata Suryadharma, Selasa (26/6/2012) di Jakarta.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah menyelidiki dugaan korupsi pada proyek pengadaan Al Quran tahun anggaran 2010-2011. Hingga sekarang, kasusnya masih diusut sehingga belum jelas rinciannya.

Suryadharma mengungkapkan, laporan keuangan Kementerian Agama (Kemenag) rutin diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan pada tahun 2011 mendapat status Wajar tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan (WTT DPP). Selama ini proyek pengadaan Al Quran itu tidak mendapat catatan apa-apa dari BPK atau Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenag. Namun, tiba-tiba muncul kabar bahwa ada dugaan korupsi dalam proyek itu.

"Isu ini masih serba belum jelas, dan kami juga tidak tahu apa-apa. Kami membentuk Tim Investigasi yang dipimpin Irjen untuk menyelidiki lebih lanjut," katanya.

Tim ini diharapkan menemukan dan memperjelas duduk perkara dalam kasus itu, sehingga bisa menjawab jika ada pemeriksaan. KPK dipersilakan memeriksa lebih lanjut. "Jika ada yang bersalah, siapa pun itu, silakan diproses secara hukum," kata Suryadharma.


Penulis: Ilham Khoiri
Editor : Nasru Alam Aziz