Din: Korupsi Pengadaan Al Quran itu Menyedihkan! - Kompas.com

Din: Korupsi Pengadaan Al Quran itu Menyedihkan!

M Latief
Kompas.com - 24/06/2012, 13:22 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin menilai, kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama merupakan hal sangat menyedihkan. Hal tersebut sekaligus juga memalukan karena menyangkut kitab suci umat Islam.

"Saya tersentak membaca itu (dugaan korupsi pengadaan Al Qur’an). Maka, perlu verifikasi apakah betul demikian. Tapi, mudah-mudahan itu tidak benar," kata Din Syamsudin, usai penutupan Tanwir Muhammadiyah 2012, di Bandung, Minggu (24/6/2012).

Pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu, kata Din, mengenai adanya dugaan kasus korupsi pengadaan Al Quran bisa kembali menempatkan Kementerian Agama sebagai kementerian terkorup.

"Jangan sampai terjadi lagi Kementerian Agama menjadi ’juara bertahan’ sebagai kementerian paling korup. Ini memang memalukan, dan itu bukan menurut saya, tapi menurut ICW atau Lembaga Transparasi Indonesia menuturkan selama ini, Kemenag menjadi ’kementerian paling korup’," ujar Din.

Menurut Din, dugaan korupsi pengadaan Al Quran di tubuh Kementerian Agama sebuah ironi tersendiri bagi bangsa Indonesia saat ini.

"Kalau di Kementerian Agama terjadi korupsi seperti ini, bagaimana nantinya kalau mau melakukan pembinaan kehidupan beragama," kata dia.

Selain soal dugaan korupsi tersebut, Din juga menyoroti tentang permasalahan haji, yang menurut Din, masyarakat Indonesia dan DPR terkesan "diam".

"Terutama menyangkut dana haji. Ini kita semua seolah diam, DPR juga diam. Saya mendapat informasi yang perlu didalami dan diverifikasi, bahwa dana haji yang sudah berapa triliun rupiah itu tidak jelas haknya bagi calon jamaah, terutama bagi yang menunggu lima hingga 10 tahun. Bahkan, sebagian dana haji itu katanya dijadikan sukuk. Nah, ini yang tidak benar," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau Kementerian Agama agar transparan dalam mengelola dana jamaah haji karena dana tersebut merupakan amanat umat yang jangan sampai dikorupsi atau diselewengkan.

"Saya berharap jangan bertahan jadi ’juara satu’ dalam hal ini Kementerian Agama menjadi kementerian paling korup," ujar Din.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisM Latief
    EditorLatief

    Terkini Lainnya

    Diungkap, Objek Mengapung Terlihat 2 Minggu Setelah Hilangnya MH370

    Diungkap, Objek Mengapung Terlihat 2 Minggu Setelah Hilangnya MH370

    Internasional
    Lawan Pemkot Jaksel soal Penggusuran, Warga Bukit Duri Ajukan Kasasi

    Lawan Pemkot Jaksel soal Penggusuran, Warga Bukit Duri Ajukan Kasasi

    Megapolitan
    Kapolri: Potensi Indonesia Jadi Negara Super Power Bukan Omong Kosong

    Kapolri: Potensi Indonesia Jadi Negara Super Power Bukan Omong Kosong

    Megapolitan
    Hadirkah SBY pada Peringatan HUT RI di Istana Kamis Besok?

    Hadirkah SBY pada Peringatan HUT RI di Istana Kamis Besok?

    Nasional
    Menag Sebut Ada Dua Cara bagi First Travel untuk Bertanggung Jawab

    Menag Sebut Ada Dua Cara bagi First Travel untuk Bertanggung Jawab

    Nasional
    Aniaya Istri, Sang Suami Pura-pura Pingsan Saat Dijemput Polisi

    Aniaya Istri, Sang Suami Pura-pura Pingsan Saat Dijemput Polisi

    Regional
    Penjelasan BPK soal Temuan Rp 550 Miliar dalam Sidang Suap Opini WTP Kemendes PDTT

    Penjelasan BPK soal Temuan Rp 550 Miliar dalam Sidang Suap Opini WTP Kemendes PDTT

    Nasional
    Pelarangan Sepeda Motor dari Senayan ke Bundaran HI Rencananya Diterapkan Oktober

    Pelarangan Sepeda Motor dari Senayan ke Bundaran HI Rencananya Diterapkan Oktober

    Megapolitan
    Perluas Akses Air Bersih, Pemkot Tangerang Turunkan Biaya Pemasangan

    Perluas Akses Air Bersih, Pemkot Tangerang Turunkan Biaya Pemasangan

    Megapolitan
    Di Mana Grace Mugabe? Polisi Afrika Selatan Bungkam

    Di Mana Grace Mugabe? Polisi Afrika Selatan Bungkam

    Internasional
    Wakil Ketua DPRD Kota Malang Dimintai Daftar Hadir Banggar oleh KPK

    Wakil Ketua DPRD Kota Malang Dimintai Daftar Hadir Banggar oleh KPK

    Regional
    Sugiarti Telah Minta Maaf, Julianto Kekeh Lanjutkan Proses Hukumnya

    Sugiarti Telah Minta Maaf, Julianto Kekeh Lanjutkan Proses Hukumnya

    Megapolitan
    Militer Israel Hancurkan Rumah Pria Palestina Penikam 3 Warga Yahudi

    Militer Israel Hancurkan Rumah Pria Palestina Penikam 3 Warga Yahudi

    Internasional
    Program Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru Tetap Ada

    Program Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru Tetap Ada

    Edukasi
    PPP Kubu Djan Faridz Desak Pemerintah Tunda Pencairan Dana Banpol

    PPP Kubu Djan Faridz Desak Pemerintah Tunda Pencairan Dana Banpol

    Regional

    Close Ads X