KPK Masih Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Al Quran - Kompas.com

KPK Masih Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Al Quran

Kompas.com - 23/06/2012, 00:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama. Saat ini, baru mulai dikumpulkan bahan keterangan, termasuk keterangan dari pihak-pihak terkait.

Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di Jakarta, Jumat (22/6/2012). "Kasus ini baru masuk dalam tahap penyelidikan," ujarnya.

KPK sedang menelusuri dugaan korupsi pengadaan Al Quran di Kemenang pada tahun anggaran 2010-2011. Proyek itu diperkirakan terjadi di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Bimas Islam, Kementerian Agama (Kemenag), yang saat itu dipimpin Nazaruddin Umar. Namun, hingga kini, belum ada penjelasan lebih rinci.

"Penyelidikan saat ini untuk melihat, apakah ada tindak pidana korupsi atau tidak. Kalau ada indikasi kuat korupsi, dengan ditemukan dua alat bukti yang cukup, baru statusnya dinaikkan ke penyidikan," katanya.

Jika sudah masuk penyidikan, nanti baru semakin jelas bagaimana modus korupsi dan berapa kerugian negara. "Kalau sekarang, saya masih belum bisa ngomong apa-apa," Johan Budi menambahkan.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorNasru Alam Aziz

    Terkini Lainnya

    Kasus Suap Bupati Halmahera Timur, KPK Periksa Tiga Saksi

    Kasus Suap Bupati Halmahera Timur, KPK Periksa Tiga Saksi

    Nasional
    Perjuangan Ibu Kendarai Motor Sambil Gendong Bayi 9 Bulan untuk Urus KJP ke Kantor Wali Kota Jaksel

    Perjuangan Ibu Kendarai Motor Sambil Gendong Bayi 9 Bulan untuk Urus KJP ke Kantor Wali Kota Jaksel

    Megapolitan
    Hanura Jagokan Wiranto, PKB Tetap Ajukan Cak Imin Jadi Pendamping Jokowi di 2019

    Hanura Jagokan Wiranto, PKB Tetap Ajukan Cak Imin Jadi Pendamping Jokowi di 2019

    Nasional
    Di Rakernas, PDI-P Bahas 5 Strategi Pemenangan Partai

    Di Rakernas, PDI-P Bahas 5 Strategi Pemenangan Partai

    Nasional
    Ketua Fraksi PDI-P: Penutupan Jalan Jatibaru Kebijakan 'One Man Show'

    Ketua Fraksi PDI-P: Penutupan Jalan Jatibaru Kebijakan "One Man Show"

    Megapolitan
    Trump dan Asosiasi Senapan AS Desak Warga Beli Senjata Api

    Trump dan Asosiasi Senapan AS Desak Warga Beli Senjata Api

    Internasional
    Mengingat 10 Bulan Perjalanan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

    Mengingat 10 Bulan Perjalanan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

    Megapolitan
    Makna Motif Air Mengalir pada Dinding Underpass di Lebak Bulus

    Makna Motif Air Mengalir pada Dinding Underpass di Lebak Bulus

    Megapolitan
    Golkar Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Dukungan Konstituen dari Prabowo kepada Jokowi

    Golkar Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Dukungan Konstituen dari Prabowo kepada Jokowi

    Nasional
    Diduga Gangguan Jiwa, Emak yang Gigit Polisi Dititipkan di Rumah Sakit

    Diduga Gangguan Jiwa, Emak yang Gigit Polisi Dititipkan di Rumah Sakit

    Regional
    Golkar Optimistis Basis Pemilih Prabowo Akan Memilih Jokowi di 2019

    Golkar Optimistis Basis Pemilih Prabowo Akan Memilih Jokowi di 2019

    Nasional
    Menengok Cantiknya 'Underpass' di Perempatan Lebak Bulus

    Menengok Cantiknya "Underpass" di Perempatan Lebak Bulus

    Megapolitan
    'Pisang Seribu' di Sawangan Kerap Ditawar dengan Harga Ratusan Ribu

    "Pisang Seribu" di Sawangan Kerap Ditawar dengan Harga Ratusan Ribu

    Megapolitan
    AS Bakal Berikan Paket Sanksi Baru ke Korea Utara

    AS Bakal Berikan Paket Sanksi Baru ke Korea Utara

    Internasional
    Empat Tersangka dan Barang Bukti 1,6 Ton Sabu Dibawa ke Mabes Polri Hari Ini

    Empat Tersangka dan Barang Bukti 1,6 Ton Sabu Dibawa ke Mabes Polri Hari Ini

    Regional

    Close Ads X