Jumat, 28 November 2014

News / News & Features

Marzuki Alie: Kampanye Kondom Harus Dikemas Lebih Baik

Kamis, 21 Juni 2012 | 16:12 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie menilai program Kementerian Kesehatan yang mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko pasti memiliki tujuan baik. Hanya saja, Marzuki berharap agar pihak Kemenkes memikirkan dengan matang cara sosialisasi program itu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Tujuannya baik. Mungkin caranya harus dikemas lebih baik. Jangan sampai tanggapan dari anak-anak muda bebas (berhubungan seks)," kata Marzuki di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis ( 21/6/2012 ).

Marzuki dimintai tanggapan polemik program Menteri Kesehatan yang baru, Nafsiah Mboi, yang akan mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko. Maksud dari seks berisiko adalah setiap hubungan seks yang beresiko menularkan penyakit dan atau berisiko menyebabkan kehamilan yang tidak direncanakan. Program itu dikritik lantaran dianggap melegalkan seks bebas di kalangan remaja.

Marzuki mengatakan, Kemenkes sebaiknya juga menjelaskan bahaya dari hubungan seks bebas. Perlu juga edukasi untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang norma-norma.

Wakil Ketua Komisi IX Nova Riyanti Yusuf mengaku mendukung program Menkes perihal kampanye penggunaan kondom. Program itu, kata dia, sejalan dengan perjuangan Nafsiah ketika menjadi Sekjen Komisi Penanggulangan AIDS.

Program tersebut, kata Nova dapat mencegah peningkatan infeksi HIV/AIDS pada kalangan remaja. "Saya bingung dengan pernyataan seolah-olah ibu Menkes kampanye free sex dengan kondom. Upaya ibu Menkes terhadap remaja itu no drugs, no free sex. Bukan pakai kondom dan free sex," kata politisi Partai Demokrat itu.

Sebelumnya, Nafsiah mengatakan, kebijakan itu menjadi salah satu indikator penting untuk menurunkan angka HIV/AIDS di Indonesia yang kasusnya masih sangat tinggi. Karena itu ia akan mengedapankan upaya pengenalan penyebab HIV/AIDS, proses penularan, dan bagaimana mencegahnya dengan jargon no drugs dan no free sex.

Menurut Nafsiah, kampanye ini menjadi penting, mengingat masih banyak kasus kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada anak-anak remaja.

Apalagi berdasarkan data BKKBN, ada sekitar 2,3 juta wanita dewasa muda yang melakukan aborsi karena melakukan hubungan seks di luar nikah. "Oleh karena itu ada kampanye yang menyasar generasi muda 15-24 tahun," ujarnya beberapa waktu lalu.


Editor : Lusia Kus Anna