Selasa, 23 Desember 2014

News / Nasional

KPK Periksa Seorang Bernama Indah terkait Miranda

Senin, 18 Juni 2012 | 13:03 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (18/6/2012), menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang wanita bernama Indah Maryani terkait kasus dugaan suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004. Indah akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka kasus itu, Miranda S Goeltom.

Belum diketahui siapakah Indah yang dimaksud KPK tersebut. Saat ditanya apakah Indah Maryani ini adalah sosok Indah yang terungkap dalam persidangan Nunun Nurbaeti sebagai tangan pertama yang memegang cek perjalanan, Juru Bicara KPK, Johan Budi belum dapat memastikan hal tersebut. "Saya cek dulu," katanya.

Pada jadwal pemeriksaan saksi yang disiarkan KPK tertulis kalau Indah Maryani adalah seorang karyawan. Namun tidak dijelaskan di perusahaan mana Indah berkantor.

Dalam persidangan Nunun Nurbaeti terungkap sosok Indah yang menjadi tokoh baru dalam kasus suap cek perjalanan. Indah disebut saksi cash officer Bank Artha Graha, Tutur, sebagai orang yang menandatangani konfirmasi pemesanan cek perjalanan dari Bank Artha Graha ke Bank Internasional Indonesia (BII). Wanita ini pula yang menurut Tutur mengambil 480 lembar cek perjalanan di Bank Artha Graha pada 8 Juni 2004 lalu.

Hanya beberapa jam setelah Indah mengambil cek perjalanan di Bank Artha Graha, cek itu sudah berpindah tangan ke anggota DPR yang diserahkan Nunun melalui Arie Malangjudo, anak buah Nunun di PT Wahana Esa Sejati.

Tidak ada bukti jejak Indah selain nama dan tanda tangan. Saat mengambil cek perjalanan tersebut, Indah tidak dimintai kartu identitas. Bahkan petugas bank yang mengantarkan juga tidak mengetahui detail siapa Indah itu.

Tutur menduga, Indah adalah kurir PT First Mujur Plantation and Industry (PT FMPI). Namun Mantan Komisaris Utama FMPI Ronal Haryanto saat bersaksi dalam persidangan beberapa waktu lalu mengatakan, tidak ada pegawai PT FMPI yang bernama Indah.

Terkait nama Indah, Nunun Nurbaeti mengaku kenal. Menurut Nunun, ada karyawan di perusahannya, PT Wahana Esa Sembada yang bernama Indah Pramurti. Namun belum dapat dipastikan apakah Indah yang dimaksud Nunun ini sama dengan Indah yang pertama kali mengambil cek perjalanan senilai Rp 24 miliar tersebut.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto berjanji akan memeriksa Indah jika sosok itu ditemukan.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Heru Margianto