Demokrat Terancam - Kompas.com

Demokrat Terancam

Kompas.com - 18/06/2012, 01:48 WIB

Jakarta, Kompas - Nasib Partai Demokrat di Pemilu 2014 ditentukan oleh Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. Jika tidak ingin mengambil risiko dan ingin menyenangkan banyak pihak, Partai Demokrat terancam menjadi partai tengah.

Bahkan, Partai Demokrat tidak memiliki kader yang kuat untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2014. Sinyalemen itu tecermin dari hasil survei yang dipublikasikan Lingkaran Survei Indonesia, Minggu (17/6) di Jakarta. Survei dengan margin of error 2,9 persen itu dilakukan 2-11 Juni 2012 dengan 1.200 responden.

Survei tersebut menunjukkan dukungan publik terhadap Partai Demokrat tinggal 11,3 persen, terus turun dibandingkan dengan Januari 2011 yang mencapai 20,5 persen, lalu Juni 2011 (15,5 persen), dan Januari 2012 (13,7 persen). Dengan posisi itu, posisi Partai Demokrat saat ini di peringkat ketiga, di bawah Partai Golkar dengan 20,9 persen, dan PDI-P (14 persen).

Menurut Adjie Alfaraby dari LSI, ada tiga faktor yang menye- babkan keterpurukan Partai Demokrat. Pertama, partai itu disandera kasus korupsi pembangunan wisma atlet di Palembang, Sumatera Selatan, dan pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor.

Kedua, ada kekecewaan terhadap kinerja dan kepemimpinan Yudhoyono di pemerintahan. Ketiga, Partai Demokrat belakangan ini terlalu sibuk dengan urusan internal di saat partai lain mulai aktif menjalankan program-programnya di masyarakat.

”Jika Yudhoyono bertindak tegas layaknya pemegang komando, lalu melakukan pembersihan partai dan cepat melakukan konsolidasi, Partai Demokrat masih dapat kompetitif di Pemilu 2014,” ujar Adjie.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, sebelumnya membenarkan elektabilitas partainya saat ini sudah menyentuh 10 persen. Untuk itu, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat diminta mengambil langkah penyelamatan. Jika elektabilitas meluncur di bawah 10 persen, akan sulit untuk mengangkatnya kembali.

Namun, Saan Mustopa, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, mengatakan, fluktuasi hasil survei adalah hal biasa. Sebagai partai penguasa, juga wajar jika Partai Demokrat mendapat sorotan dan perhatian yang lebih dibandingkan partai lain.

Saan meyakini, Partai Demokrat dapat memanfaatkan waktu sekitar dua tahun yang masih ada menjelang Pemilu 2014 untuk menarik kembali pemilihnya. Keyakinan ini muncul karena Partai Demokrat telah menyiapkan rencana konsolidasi yang masif dan terstruktur.

Ditargetkan konsolidasi tingkat kecamatan selesai akhir 2012. ”Sekitar September 2012, kami juga memulai pelatihan untuk penguatan dan pengetahuan fungsionaris partai dari tingkat pusat sampai kecamatan,” papar Saan. (NWO)

Editor

Terkini Lainnya

Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

Megapolitan
Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

Nasional
'Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak'

"Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak"

Megapolitan
JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca 'Tweet' Saya

JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca "Tweet" Saya

Megapolitan
Donasi Pembaca 'Kompas.com' buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

Donasi Pembaca "Kompas.com" buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

Regional
Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

Regional
Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

Megapolitan
Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca 'Kompas.com'

Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca "Kompas.com"

Regional
Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

Megapolitan
Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

Nasional
Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

Bawa Fotocopy KK dan KTP, Faryati Mengira Pendaftaran Rumah DP 0 Telah Dibuka

Megapolitan
Warga Berbondong-bondong Kunjungi 'Show Uni't Rumah DP 0 Rupiah

Warga Berbondong-bondong Kunjungi "Show Uni"t Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami 'Sex Addict'

Pernah Tinggal di Sekitar Dolly, Seorang Anak Mengalami "Sex Addict"

Regional
Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

Polisi Tangkap Begal yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

Megapolitan
Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM