Kamis, 27 November 2014

News / Nasional

Mega, Ical, dan Prabowo, Calon Terkuat Pemilu 2014

Minggu, 17 Juni 2012 | 14:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada tiga tokoh lama yang diperkirakan akan mendominasi bursa calon presiden (capres) pada Pemilu 2014. Ketiga calon ini, yakni Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie memiliki elektabilitas tinggi dibandingkan tokoh lainnya.

Elektabilitas ketiganya, berturut-turut, 18,3 persen, 18 persen, dan 17,5 persen. Demikian disampaikan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, di Kantor LSI, Minggu (17/6/2012), berdasarkan survei yang dilakukan pada 2-11 Juni 2012 terhadap 1.200 responden. Tingkat kesalahan survei ini adalah 2,9 persen.

"Capres divisi utama saat ini adalah pertarungan tiga tokoh saja, Megawati, Prabowo, dan Ical," kata Adjie.

Sementara itu, Partai Demokrat dinilai tidak memiliki kader dengan elektabilitas tinggi untuk dimajukan pada 2014. LSI mengaku telah melakukan survei terhadap kader PD, seperti Ani Yudhoyono, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, Soekarwo, dan Marzuki Alie.

Selain itu, LSI juga melakukan survei terhadap salah satu orang terdekat SBY, yaitu Djoko Suyanto, yang juga mantan wakil ketua tim sukses SBY-Boediono pada Pemilu 2009. Hasilnya, Ani Yudhoyono memperoleh 12,6 persen. Sementara itu, Anas, Andi, Soekarwo, Marzuki Alie, dan Djoko, berturut-turut, 4 persen, 3,8 persen, 3,3 persen, 2,5 persen, dan 3,3 persen.

"Walaupun Ani Yudhoyono tertinggi, Presiden telah berkali-kali menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak akan maju," kata Adjie.

Selain tokoh lama, LSI juga melakukan survei elektabilitas terhadap tokoh yang tergolong baru, seperti Menko Perekonomian Hatta Rajasa (8,1 persen), Surya Paloh (5 persen), Ketua MK Mahfud MD (4,5 persen), Menteri BUMN Dahlan Iskan (4,4 persen), dan mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (2,1 persen).


Penulis: Hindra Liauw
Editor : Erlangga Djumena