Kamis, 24 Juli 2014

News / Nasional

Hary Tanoe: Ada Media yang Berlebihan

Jumat, 15 Juni 2012 | 16:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO PT Bhakti Investama (BHIT), Hary Tanoesoedibjo menilai sejumlah media baik cetak maupun elektronik berlebihan dalam memberitakan kasus dugaan suap ke pegawai pajak Tomy Hindratno yang menyeret PT Bhakti Investama.

Menurut Hary, pemberitaan tersebut sifatnya provokatif sehingga menimbulkan dampak yang tidak baik.

"Saya harus katakan beberapa media, ada media cetak maupun elektronik yang berlebih-lebihan, sudah mengatakan Bhakti Investama bersalah," kata Hary di gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Hary ke gedung KPK terkait panggilan pemeriksaan KPK yang sedianya dipenuhinya pada Rabu (13/6/2012) lalu. Bos grup media MNC itu pun mengimbau media lain untuk proporsional dalam memberitakan kasus ini.

"Bangsa ini bisa maju kalau kita sadar ya, kalau membangun secara konstruktif juga secara benar, sebab pemberitaan itu provokatif bisa menimbulkan ekses-ekses yang kontraproduktif," ujar Hary.

Terkait pemeriksaan di KPK, Hary berjanji akan datang lagi pada hari yang dijadwalkan, yakni 28 Juni 2012 nanti. Hary akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap kepengurusan pajak PT Bhakti Investama Tbk.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan dua orang tersangka, yakni Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo, Jawa Timur, Tommy Hindratno dan pengusaha James Gunarjo. Keduanya tertangkap tangan saat diduga bertransaksi suap dengan alat bukti Rp 280 juta, Rabu (6/6/2012) lalu.

Diduga, James adalah orang suruhan PT Bhakti Investama. Terkait kasus tersebut, Hary kembali menegaskan kalau James dan Tommy tidak berkaitan dengan PT Bhakti Investama. Apalagi, lanjut Hary, terkait dengan dirinya.

"Semua orang juga tahu saya lebih banyak aktif di media. Saya dikenal masyarakat sebagai orang media televisi apalagi saat enam bulan terakhir saya aktif di politik," kata Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem tersebut.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Tri Wahono