Kamis, 24 Juli 2014

News / Regional

Di Perbatasan, Timor Leste Lebih Maju dari Indonesia

Kamis, 14 Juni 2012 | 23:56 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Distrik Oekusi, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, diakui pemerintah daerah setempat memiliki kemajuan infrastruktur lebih pesat.

Hal ini disampaikan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes kepada Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas), Brigadir Jenderal Dody Usodo Hargo, saat melakukan kunjungan kerja di Kefamenanu, Kamis (14/6/2012) siang tadi.

Jika dibuat perbandingan jelas Fernandes, pembangunan infrastruktur pemerintah Kabupaten TTU sungguh jauh berbeda dengan distrik Oekusi. Padahal jika diamati dengan saksama perbatasan TTU dan Oekusi merupakan halaman terdepan NKRI, yang semestinya mendapat prioritas dalam pembangunan infrastruktur dan kemajuan ekonomi sosial masyarakatnya.

Diuraikan Fernandes, persoalan infrastruktur selain jalan, masih terdapat juga masalah pada bidang pendidikan, perumahan layak huni, air bersih, dan listrik.

"Kami harus jujur menyampaikan bahwa untuk beberapa infrastruktur wilayah perbatasan kita masih tertinggal jauh, bahkan malu karena sangat tertinggal seperti listrik dan air minum. Pasalnya, sejak Indonesia merdeka atau 67 tahun negeri ini berdiri, warga di Perbatasan Indonesia-RDTL belum tersentuh jaringan listrik. Pada malam hari kalau kita lihat ke negara tetangga mereka sudah ada penerangan listrik, sementara kita hidup diselimuti dengan kegelapan," tutur Fernandes.

Dia menambahkan, pada wilayah NKRI sepanjang perbatasan masih menggunakan lampu minyak. Sementara Pemerintah Timor Leste begitu gencar membangun jaringan listrik di sepanjang titik perbatasan. Ironis, Indonesia dengan usia 67 tahun harus kalah bersaing dengan RDTL yang usianya baru belasan tahun.

Terkait dengan itu, Sekjen Wantanas Brigadir Jenderal Dody Usodo Hargo, mengatakan, akan merekomendasikan semua permasalahan yang dialami masyarakat lokal di TTU pada umumnya termasuk masyarakat pada wilayah lintas perbatasan dengan Oekusi.

"Setelah pulang saya akan menyampaikan kepada Presiden dan membentuk kelompok khusus untuk menggelar rapat yang akan melibatkan kementerian terkait untuk menindaklanjuti apa yang disampaikan Pak Bupati," ujarnya.

Lanjut Dia, kondisi masyarakat perbatasan yang belum tersentuh pelayanan listrik dan air bersih akan menjadi perhatian serius dalam kunjungannya kali ini. Menurutnya, kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan yang miskin infrastruktur dan tidak memiliki aksesibilitas yang baik pada umumnya akan berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi.


Penulis: Kontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere
Editor : Heru Margianto