Kamis, 31 Juli 2014

News / Nasional

Konfirmasi Penangkapan, Dubes Malaysia Hubungi KPK

Kamis, 14 Juni 2012 | 17:33 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan menghubungi Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi, mempertanyakan kebenaran kabar soal dua warga negara Malaysia yang diringkus KPK bersamaan dengan penangkapan Neneng Sri Wahyuni, buron kasus dugaan korupsi pembangkit listrik tenaga surya.

"Dubes Malaysia menelepon saya untuk mengklarifikasi apa benar dua warga negara (WN) Malaysia ditangkap KPK," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Dubes Malaysia tersebut, menurut Johan, meneleponnya hari ini. Kepada Dubes Malaysia, Johan menyampaikan kalau kedua pria yang ditangkap KPK itu diduga kuat warga negara Malaysia. Dugaan tersebut didasarkan dari identitas yang ada pada kedua orang itu.

"Sesuai dengan pernyataan pimpinan KPK, diduga WN Malaysia dan dipertegas Ketua KPK tidak terkait dengan Kerajaan Malaysia," ujar Johan.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan kalau salah satu dari dua warga Malaysia yang ditangkap KPK itu diduga penasihat dari satu pemerintahan kerajaan di Malaysia.

Kedua WN Malaysia itu diduga membantu Neneng selama buron. Selain mengamankan kedua pria Malaysia tersebut, KPK juga meringkus seorang wanita Indonesia yang diduga ikut membantu Neneng.

Dua WN Malaysia dan seorang wanita Indonesia itu diperiksa KPK setelah tiba di Gedung KPK, Rabu (13/6/2012) petang.

Menurut Johan, selain Dubes Malaysia, KPK juga didatangi dua orang yang mengaku perwakilan Kedutaan Malaysia.

Kedua  pria yang menemui Johan itu adalah Naaim Yazid Mid Saai dari Polisi Diraja Malaysia dan Rahmat bin Suboh dari bagian Imigrasi Konsulat.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Benny N Joewono