Minggu, 23 November 2014

News / Nasional

PDI-P Tak Merasa Tersindir Ucapan SBY

Kamis, 14 Juni 2012 | 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan merasa tidak tersindir atas pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait partai politik terkorup.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo dan politikus senior PDI-P Pramono Anung secara terpisah di Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Keduanya ditanya apakah merasa bahwa pernyataan Yudhoyono mengenai partai yang korup ketika membuka pertemuan Forum Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat di Jakarta, Rabu malam, mengarah kepada PDI-P. Dalam pidatonya, Yudhoyono tak terima partainya disoroti media massa menyusul banyak kasus korupsi yang menyeret para yuniornya.

Partai Demokrat pun kerap menjadi bulan-bulanan dari lawan politiknya. Citra partai korup melekat pada diri Demokrat. Akibatnya, elektabilitas Demokrat anjlok. Menurut Yudhoyono, korupsi yang dilakukan politisi parpol lainnya lebih parah.

Yudhoyono memaparkan data yang dia terima mengenai keterlibatan kader parpol lain dalam kasus korupsi. Di jajaran DPRD tingkat provinsi selama 2004-2012, korupsi yang dilakukan oknum Demokrat mencapai 3,9 persen. Di atas Demokrat masih ada 4 partai lainnya. Persentasenya berturut-turut adalah 34,6 persen, 24,6 persen, 9,2 persen, dan 5,32 persen. Totalnya 75 persen.

Selanjutnya, korupsi di jajaran DPRD tingkat kabupaten/kota, kader Demokrat yang terlibat sebesar 11,5 persen. Di atas Demokrat ada dua parpol lainnya, masing-masing 27 persen dan 14,4 persen. Di tingkat menteri, anggota DPR, gubernur, hingga bupati/wali kota, kader Demokrat yang terlibat sebesar 8,6 persen. Di atas Demokrat, ada dua parpol, masing-masing 33,7 persen dan 16,6 persen.

Tjahjo mengatakan, meski terbuka, Yudhoyono menyampaikan hal itu untuk internal partai. Tjahjo mengaku sulit memahami maksud dari pernyataan Yudhoyono itu. Meski demikian, menurut dia, Yudhoyono yang juga menjabat presiden seharusnya mengajak semua komponen bangsa untuk tak terlibat kasus korupsi.

"Hak beliau menyampaikan pidato apa saja termasuk mengkritik partai lain, baik sebagai presiden maupun pembina Demokrat sepanjang forumnya bersifat internal," kata Tjahjo.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : A. Wisnubrata